Layanan Uber mungkin diterima di Vietnam

Sumber gambar, PA
Pemerintah Vietnam mengindikasikan bakal memberi lampu hijau untuk aplikasi layanan taksi berbagi, Uber. Sebelumnya, layanan tersebut sempat dinyatakan terlarang.
"Jelas jenis bisnis ini memberikan harga lebih murah dibanding taksi biasa dan dengan harga murah orang akan mendapat keuntungan menggunakannya," jelas Menteri Transportasi Vietnam, Nguyen Hong Truong.
"Di seluruh dunia, orang-orang menggunakan lebih dulu, jadi kenapa kami tidak," tanyanya.
Layanan berbagi taksi yang diakses melalui telepon seluler itu mulai dijalankan di Vietnam pada 31 Juli.
Selain di Vietnam, perusahaan yang berbasis di San Fransisco, Amerika Serikat, tersebut sudah beroperasi di 250 kota yang tersebar di 50 negara.
Namun, <link type="page"><caption> penentangan</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/majalah/2014/09/140902_iptek_uber_jerman" platform="highweb"/></link> muncul di sejumlah kota, terutama dari <link type="page"><caption> perusahaan-perusahaan taksi resmi</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/majalah/2014/06/140611_iptekuber" platform="highweb"/></link>.
Uber juga dikritik karena melakukan praktik bisnis yang agresif dan pemerintah Thailand sudah melarangnya. Sementara India masih berbeda pendapat tentang cara pembayaran oleh pelanggan.
Uber berpendapat bahwa peraturan di India yang mengharuskan pembayaran kartu kredit dengan melewati dua tahap merupakan 'hal yang kuno'.









