Eksekutif taksi Uber didakwa di Korea Selatan

Travis Kalanick

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Travis Kalanick, eksekutif Uber, berkantor pusat di California, Amerika Serikat.

Jaksa di Korea Selatan mendakwa eksekutif aplikasi telepon genggam taksi Uber, Travis Kalanick, menjalankan layanan taksi ilegal.

Pemerintah Korea Selatan beralasan mengangkut penumpang dengan imbalan bayaran memerlukan izin, sementara Uber tidak memiliki izin yang dimaksud.

Selain mendakwa Kalanick, mitra lokal Uber di Korea Selatan juga didakwa.

Kalanick sendiri berkantor di California, Amerika, tapi jika ia menolak hadir di pengadilan Korea akan dianggap sebagai pelanggaran yang serius.

Kasus terhadap Uber ini diajukan oleh pemerintah kota Seoul, menyusul lobi yang dilakukan para pengemudi taksi di kota ini yang berpandangan bahwa layanan Uber tidak aman bagi para penumpang.

Para sopir taksi reguler ini juga mengatakan Uber mengancam usaha mereka.

Uber mengatakan mereka akan bekerja sama dengan para penyidik dan merasa yakin bahwa pada akhirnya layanan taksi mereka akan dinyatakan legal.

Jika dinyatakan bersalah, eksekutif Uber bisa dijatuhi hukuman penjara dua tahun.

Dalam beberapa bulan terakhir Uber menghadapi <link type="page"><caption> penyelidikan dari regulator</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/majalah/2014/09/140902_iptek_uber_jerman.shtml" platform="highweb"/></link> atau tekanan dari perusahaan taksi lokal di berbagai negara, seperti di Inggris, Spanyol, Jerman, Belanda, beberapa negara bagian di Amerika, dan Thailand.