AS izinkan Boeing ekspor ke Iran

Sumber gambar, AP
Departemen Keuangan AS telah menjamin pemberian izin kepada perusahaan pembuat pesawat Boeing untuk melakukan ekspor suku cadang tertentu ke Iran, seperti disampaikan juru bicara perusahaan.
Boeing tidak memiliki hubungan bisnis dengan Teheran sejak 1979.
Dalam sebuah pernyataan, perusahaan AS mengatakan izin yang diberikan untuk keselamatan penerbangan.
Langkah ini dianggap sebagai bagian dari sebuah kesepakatan sementara untuk menurunkan sanksi bagi Teheran, yang dicapai oleh <link type="page"><caption> Menlu AS John Kerry dengan Iran pada tahun lalu</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/11/131125_as_iran_deal.shtml" platform="highweb"/></link>.
Dalam kesepakatan pada November, Iran sepakat untuk mengurangi aktivitas nuklir selama enam bulan dalam kaitan dengan pertukaran pemulihan sanksi dari negara-negara lain termasuk Inggris, Cina dan AS.
Perusahaan AS General Electric mengatakan pada Jumat (04/04) telah menerima izin AS untuk memeriksa kembali 18 mesin yang dijual ke Iran pada akhir 1970an. Pekerjaan itu akan dilakukan di fasilitas GE atau perusahaan Jerman MTU Aero Engines.
Keselamatan penerbangan
Iran Air masih menerbangkan pesawat yang dibeli sebelum krisis penyanderaan pada 1979, ketika 52 warga Amerika di sandera di Teheran selama 444 hari.
Iran menyatakan sanksi yang diberikan setelah peristiwa penyanderaan telah menghalangi Teheran untuk memperbaharui dan menurunkan tingkat keselamatan pesawat milik mereka.
Selama 25 tahun terakhir lebih dari 200 kecelakaan yang melibatkan pesawat milik Iran, dan menyebabkan 2.500 orang tewas, seperti disampaikan sebuah laporan.
Boeing mengatakan izin yang diberikan untuk mengekspor komponen yang digunakan untuk memastikan keselamatan penerbangan pesawat yang dijual ke Iran sebelum revolusi 1979.
Sejauh ini tidak ada pembicaraan untuk mengizinkan penjualan pesawat baru ketika dan jika seluruh sanksi dicabut, seperti dilaporkan oleh koresponden BBC. Jika perjanjian tetap di sepakati, tampaknya Iran akan memesan ratusan pesawat baru.









