Jelang perundingan Suriah, PBB tarik undangan ke Iran

Koalisi Nasional Suriah sebelumnya mengancam akan menarik diri dari pertemuan kecuali Ban mencabut undangan ke Iran.

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Koalisi Nasional Suriah sebelumnya mengancam akan menarik diri dari pertemuan kecuali Ban mencabut undangan ke Iran.

Perserikatan Bangsa-Bangsa menarik kembali undangannya kepada Iran untuk mengikuti pembicaraan damai krisis Suriah yang akan berlangsung pekan ini.

Juru biraca PBB, Martin Nesirky, mengkritik Tehran karena dianggap tidak mendukung rencana pembentukan pemerintahan transisi Suriah, yang merupakan tema utama pertemuan tersebut.

<link type="page"><caption> Pemberian undangan ke Iran</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/01/140120_pbb_undang_iran_suriah.shtml" platform="highweb"/></link> - sebagai sekutu utama <link type="page"><caption> rezim Suriah</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/01/140119_suriah_presiden.shtml" platform="highweb"/></link> - telah membuat marah Amerika Serikat dan negara barat yang mendukung pihak oposisi.

Pembicaraan damai, yang akan dilangsungkan Rabu, adalah upaya diplomatik terbesar untuk mengakhiri konflik yang berlangsung selama tiga tahun itu.

Lebih dari 100.000 orang tewas dan jutaan orang mengungsi dalam konflik tersebut.

Langkah "tepat"

Pemerintah Suriah dan <link type="page"><caption> oposisi utama Koalisi Nasional</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/01/140119_suriah_oposisi.shtml" platform="highweb"/></link> dijadwalkan akan mengirimkan delegasinya pada konferensi yang berlangsung di Montreux, Swiss.

Penarikan kembali undangan ke Iran "adalah tindakan yang benar", kata Kepala Staf Koalisi Nasional, Monzer Akbik, kepada BBC.

Nesirky mengatakan Sekjen PBB Ban Ki-moon sebelumnya mengundang Iran setelah pembicaraan tertutup dengan pejabat senior Iran, yang meyakinkan "bahwa mereka mengerti dan mendukung tujuan utama konfrensi".

Namun Iran mengeluarkan sejumlah pernyataan pada Senin (20/01) yang menyatakan menolak setiap upaya untuk menempatkan kondisi tertentu pada kehadirannya di konferensi.

Nesirky mengatakan: "Mengingat bahwa mereka memilih untuk tetap berada di luar pemahaman mendasar, PBB memutuskan bahwa pertemuan satu hari Montreux akan dilanjutkan tanpa partisipasi Iran."