Presiden al-Assad tegaskan posisinya

Sumber gambar, Reuters
Presiden Suriah, Bashar al-Assad mengatakan bahwa pertanyaan tentang apakah dia akan mundur atau tidak bukan menjadi bahan diskusi.
Hal tersebut ditegaskannya menjelang konferensi internasional tentang krisis <link type="page"><caption> Suriah</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/topik/suriah/" platform="highweb"/></link> di Jenewa, yang direncanakan berlangsung Rabu 22 Januari.
Kantor berita Rusia, Interfax, mengutip pernyataan al-Assad kepada para anggota parlemen Rusia -yang berkunjung ke Damaskus- bahwa jika pemerintahnya menyerah maka sudah akan ditempuh sejak awal.
Namun kantor kepresidenan belakangan membantah pernyataan tersebut tanpa memberikan keterangan lebih lanjut.
Kelompok perlawanan Koalisi Nasional Suriah awalnya mengatakan tidak akan menghadiri konferensi yang disebut Jenewa II.
Namun setelah melakukan pertemuan di kalangan anggotanya di ITurki, <link type="page"><caption> koalisi menyatakan bersedia untuk hadir.</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/01/140119_suriah_oposisi.shtml" platform="highweb"/></link>
Konferensi Jenewa II diupayakan oleh Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, John Kerry, dan Menlu Rusia, Sergei Lavrov, untuk mempertemukan kedua belah pihak yang bertikai di Suriah.
Konflik yang berkepanjangan di negara itu sudah menewaskan 100.000 orang lebih dan jutaan warga mengungsi di dalam negeri maupun ke negara-negara tetangga.









