Senjata kimia Suriah mulai diangkut

Senjata kimia milik Suriah sudah mulai diangkut oleh sebuah kapal pertama milik Denmark.
Kapal meninggalkan pelabuhan Suriah sebelah utara, Latakia, pada Selasa (07/01) dengan pengawalan oleh kapal perang Rusia dan Cina.
Menghancurkan bahan kimia yang paling berbahaya adalah langkah pertama dari kesepakatan yang didukung PBB untuk menghilangkan senjata kimia Suriah.
Sebelumnya, sebuah tawaran untuk mengumpulkan bahan kimia dibatalkan setelah pejabat Suriah gagal memberikan bahan kimia beracun ke tempat pengumpulan di Latakia.
Kargo berisi bahan berbahaya ini rencananya akan dibawa ke Italia lalu dimuat ke kapal Angkatan Laut AS dan dikirim ke perairan internasional untuk dihancurkan dalam tangki titanium yang diciptakan khusus.
Misi ini dijalankan bersama oleh PBB dan Organisasi Pelarangan Senjata Kimia (OPCW).
Kesepakatan itu dicapai setelah perundingan yang ditengahi oleh AS dan Rusia setelah sebuah <link type="page"><caption> bom berisi gas saraf sarin</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/09/130902_kerry_as_suriah_sarin.shtml" platform="highweb"/></link> ditembakkan di Ghouta, Suriah pada 21 Agustus 2013.
Dalam sebuah pernyataan pada hari Selasa, PBB menegaskan bahwa sejumlah kecil kontainer berisi "bahan kimia prioritas satu" sudah berada di atas kapal kargo Ark Futura, salah satu dari dua kapal yang bertugas mengumpulkan bahan kimia ini.
Seorang juru bicara PBB mengatakan bahwa hanya butuh "beberapa jam" untuk memuat bahan kimia tersebut ke kapal, tetapi untuk sampai ke fase ini <link type="page"><caption> butuh "perencanaan ber bulan-bulan."</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/12/131231_suriah_kimia_batas_waktu.shtml" platform="highweb"/></link>
PBB mengatakan kepada BBC bahwa bahan kimia berasal dari dua lokasi Suriah, tetapi tidak disebutkan lebih jelas lokasi ini.
OPCW juga tidak menyebutkan berapa persen arsenik beracun milik Suriah yang telah dihancurkan.









