Warga asal Inggris menjadi radikal di Suriah

Polisi Inggris
Keterangan gambar, Ada kekhawatiran beberapa yang pulang dari Suriah dan beroperasi di Inggris.

Kepolisian Inggris memperingatkan ratusan orang dari Inggris menuju ke Suriah dan beberapa menjadi radikal.

Koordinator Nasional Kontra Terorisme Inggris, Helen Ball, mengatakan beberapa di antara mereka pergi ke Suriah untuk tujuan kemanusiaan namun ada yang kembali ke Inggris dan menjadi 'teroris yang lebih cakap'.

Kini kepolisian akan berupaya untuk mencegah orang-orang pergi ke Suriah dengan mereka tujuan mereka lewat yang disebut sebagai pembicaraan 'sulit dan jujur'.

Disebutkan ada 15 kasus terkait dengan Suriah yang sedang diselidiki dan satu kasus -yang masih dirahasiakan- sudah diajukan ke pengadilan, dengan terdakwa berinisial AB dan CD.

Menurut Helen Ball, masalah ini semakin berkembang karena semakin mudahnya bagi warga asing untuk masuk ke <link type="page"><caption> Suriah.</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/topik/suriah/" platform="highweb"/></link>

"Beberapa di antaranya mungkin pulang dan memutuskan untuk beroperasi di Inggris," tuturnya seperti dikutip kantor berita AP.

Pernyataan ini muncul sehari setelah <link type="page"><caption> Kepolisian Australia</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/12/131203_australia_suriah.shtml" platform="highweb"/></link><link type="page"><caption> menahan tersangka dalang di balik jaringan yang mengirimkan warga negara itu berjuang di Suriah.</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/12/131203_australia_suriah.shtml" platform="highweb"/></link>

Intelijen Australia memperkirakan sekitar 100 warga Australia bertolak ke Suriah untuk berjuang bersama kelompok militan melawan pemerintahan pimpinan Presiden Bashar al-Assad.