Komandan pemberontak Suriah tewas

Abdul Qadir al-Saleh
Keterangan gambar, Abdul Qadir al-Saleh menderita cedera akibat serangan pemerintah pekan lalu.

Salah seorang komandan senior kelompok pemberontak Suriah tewas karena luka-luka akibat serangan udara pemerintah di dekat Aleppo.

Abdul Qadir al-Saleh -yang memimpin Liwa al-Tawhid- meninggal dunia Minggu (17/11) malam, seperti dinyatakan oleh salah seorang juru bicaranya.

Luka yang menyebabkan tewasnya al-Saleh disebabkan serangan udara, Kamis (14/11), atas pangkalan udara yang dikuasai pemberontak.

Pekan lalu, pihak oposisi <link type="page"><caption> Suriah</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/topik/suriah/" platform="highweb"/></link> mengatakan al-Saleh, yang juga dikenal dengan nama Haji Marea, berada dalam kondisi baik di rumah sakit.

Liwa al-Tawhid atau Batalion Monoteisme didirikan Juli 2012 untuk menyatukan berbagai kelompok pemberontak yang beroperasi di pinggiran Aleppo.

Akhir bulan itu juga Liwa al-Tawhid melancarkan operasi untuk menguasai kota Aleppo.

Dengan anggota diperkirakan sekitar 8.000 sampai 10.000 pejuang, saat ini mereka merupakan satu-satunya kekuatan pemberontak di wilayah tersebut.

Bulan Januari 2013 batalion ini bergabung dengan Barisan Pembebasan Islam Suriah, SILF, yang mengakui Dewan Militer bentukan Tentara Pembebasan Suriah yang didukung negara-negara Barat namun tidak bergabung ke Koalisi Nasional.

Juru bicara Liwa al-Tawhid mengatakan kepada kantor berita AP bawah penggantinya adalah Abdul Aziz Salama, yang saat ini menjabat pemimpin politik.