Paus desak akses bantuan ke Suriah dibuka

Paus Fransiskus menggunakan pesan Natal pertamanya untuk mendesak dibukanya akses bantuan kemanusiaan di Suriah.
Ia mengatakan kepada ribuan jemaat di Basilika Santo Petrus di Vatikan untuk mendoakan perdamaian guna mengakhiri perang di Suriah dan di zona konflik lain.
Paus yang berasal dari Argentina ini juga mengatakan insiden tragis yang terjadi terhadap migran yang berusaha masuk ke Eropa tidak boleh terulang.
Umat Kristiani di seluruh dunia merayakan Natal menandai lahirnya Yesus Kristus di Bethlehem.
Inilah untuk ketiga kalinya <link type="page"><caption> konflik di Suriah</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/12/131216_suriah_bantuan.shtml" platform="highweb"/></link> menjadi fokus utama pesan Natal, salah satu khotbah yang disebut <italic>Urbi et Orbi.</italic>
Paus mengatakan terlalu banyak korban jatuh di Suriah dan ia mendesak semua pihak untuk mengakhiri kekerasan dan mengizinkan bantuan kemanusiaan masuk.
Ia juga mengangkat kekerasan di Republik Afrika Tengah.
Paus Fransiskus menyebut konflik di Afrika Tengah sebagai sesuatu "yang sering terlupakan" di negara yang "terpecah karena kekerasan dan kemiskinan".

Hari Selasa malam (24/12), ribuan orang berkumpul di Bethlehem untuk merayakan Malam Natal.
Gereja di Bethlehem dipercaya sebagai tempat lahirnya Yesus.

Sejumlah laporan menyebutkan jemaat yang hadir paling besar dalam tahun-tahun terakhir ini.









