Burma larang majalah 'pendidikan seks'

Majalah Burma
Keterangan gambar, Redaktur majalah Hnyo, Ko Oo Swe, menunjukkan majalah yang dicabut izinnya.

Pemerintah Burma mencabut izin penerbitan majalah untuk pertama kalinya dengan alasan melanggar peraturan karena menerbitkan materi seksual.

Kementerian penerangan Burma mengumumkan dalam situs mereka bahwa majalah bulanan "Hnyo" melanggar ketentuan sebagai majalah mode karena menerbitkan foto-foto dan artikel yang dianggap porno.

Pencabutan izin ini adalah yang pertama sejak berakhirnya era pemerintahan militer pada awal 2011.

Redaktur "Hnyo", Ko Oo Swe mengatakan majalah itu menampilkan beberapa foto perempuan Burma dengan artikel berisi pendidikan seks.

Namun "Hnyo" yang berarti hipnotis dianggap melanggar batas sebagai majalah mode, kata redaktur Ko Oo Swe kepada kantor berita AFP Kamis.

Pesan sosial

Harian berbahasa Inggris Burma, New Light of Myanmar, mengutip Menteri Penerangan Aung Kyi yang menyebutkan majalah itu menerbitkan artikel dan foto yang "mendekati pornografi".

Koran itu menyebutkan enam penerbitan lain di Burma mendapatkan peringatan karena sejumlah konten "tidak relevan" dan bahwa majalah-majalah itu akan diawasi selama satu bulan.

Redaktur "Hnyo", Oo Swe mengatakan mereka merencanakan untuk mengajukan banding atas pencabutan izin majalah itu.

Ia mengatakan akan meningkatkan pesan sosial di majalah itu dengan fokus lebih besar pada langkah pencegahan HIV, pelacuran dan penanganan kekerasan terhadap perempuan.

"Saya mencoba untuk mendaftarkan izin baru sebagai majalah kesehatan," kata Oo Swe.