Burma akan izinkan surat kabar swasta

Pemerintah Burma mengumumkan akan memberi izin kepada surat kabar swasta di negara itu mulai April 2013.
Kementerian Penerangan Burma lewat situs internetnya mengatakan setiap warga <link type="page"> <caption> Burma</caption> <url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/topik/burma/" platform="highweb"/> </link> yang ingin menerbitkan surat kabar harian boleh mengajukan izin mulai Februari.
Adapun penerbitan dimulai tanggal 1 April, yang akan menjadi era baru surat kabar swasta pertama di negara itu sejak tahun 1964.
Surat kabar swasta yang baru tersebut boleh menggunakan bahasa apa pun.
Langkah ini merupakan bagian dari <link type="page"> <caption> upaya reformasi politik </caption> <url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2012/09/120917_burma_tapol.shtml" platform="highweb"/> </link> <link type="page"> <caption> yang ditempuh Presiden Thein Sein</caption> <url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2012/09/120917_burma_tapol.shtml" platform="highweb"/> </link> sejak berkuasa tahun lalu setelah pemerintahan rezim militer selama sekitar 50 tahun.
Undang-undang pers
Bulan Agustus, pemerintah sudah mencabut sensor langsung atas media dan wartawan tidak harus menyerahkan tulisan mereka kepada badan sensor negara sebelum diterbitkan.
Selama ini Burma memiliki beberapa surat kabar yang merupakan corong pemerintah dan lebih dari 180 mingguan berita, olahraga, kesehatan, serta berbagai subjek lainnya.
Keputusan untuk memberi izin bagi surat kabar swasta Burma ini disambut baik oleh wartawan BBC Seksi Burma, Myint Naing.
Namun dia mengingatkan bahwa pemerintah Burma juga sudah merencanakan untuk mengeluarkan undang-undang pers yang baru.
"Tentu saja ini merupakan kebebasan pers namun pada saat bersamaan akan ada undang-undang pers yang akan diberlakukan," tuturnya.
Naing menambahkan masih belum jelas rincian dari undang-undang pers itu.









