Para biksu Burma menggelar unjuk rasa

Ribuan biksu Buddha menggelar aksi unjuk rasa di beberapa kota besar Burma, Rabu 12 Desember 2012.
Dengan mengenakan jubahnya, ratusan biksu berparade ke jalan-jalan di pusat kota Rangoon sementara ratusan lainnya menggelar aksi serupa di Mandalay dan kota-kota lain.
Mereka mendesak permintaan maaf lebih lanjut atas kekerasan dalam aksi unjuk rasa <link type="page"> <caption> pada November 29 lalu</caption> <url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2012/11/121129_burma_unjuk_rasa.shtml" platform="highweb"/> </link> <link type="page"> <caption> yang melukai sekitar seratus biksu</caption> <url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2012/11/121129_burma_unjuk_rasa.shtml" platform="highweb"/> </link>.
Saat itu aparat keamanan <link type="page"> <caption> Burma</caption> <url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/topik/burma/" platform="highweb"/> </link> menyerbu tenda-tenda para biksu yang melakukan protes atas upaya pertambangan Rabu pagi.
Pemerintah dan perwira polisi sudah menyampaikan penyesalan atas luka bakar dan luka lainya yang diderita para biksu, yang mendukung gerakan menentang pertambangan tembaga Letpadaung di dekat kota Myonwa, Burma tengah, dengan investor sebuah perusahaan Cina.
Belum cukup
Pekan lalu Menteri Agama, Myint Maung, mengatakan kepada sejumlah biksu senior bahwa <link type="page"> <caption> pemerintah amat menyesalkan</caption> <url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2012/12/121208_burma_minta_maaf_ke_biksu.shtml" platform="highweb"/> </link> <link type="page"> <caption> insiden tersebut</caption> <url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2012/12/121208_burma_minta_maaf_ke_biksu.shtml" platform="highweb"/> </link>.
Namun pemintaan maaf terbatas dan pernyataan penyesalan tampaknya masih dianggap belum cukup oleh para biksu.
"Kami ingin mereka meminta maaf kepada para biksu yang menderita luka bakar karena aksi di Letpadaung," tegas Thuzana, salah seorang pengunjuk rasa kepada kantor berita AFP.
Tambang Letpadaung mendapat perlawanan dari masyarakat sekitar karena mereka diusir secara paksa tanpa ganti rugi yang memadai. Selain itu para pegiat juga memprotes karena dampak lingkungan yang dianggap buruk.
Protes para warga dan pegiat lingungan itu mendapat dukungan dari para biksu.
Tindakan aparat keamanan atas para pengunjuk rasa itu merupakan yang paling keras sejak pemerintah Burma memulai proses reformasi politik.
Foto-foto yang memperlihatkan para biksu yang luka-luka telah mendorong munculnya kemarahan di kalangan warga Burma, yang meningatkan kembali tindakan kekerasan oleh aparat keamanan dalam aksi unjuk rasa para biksu pada tahun 2007 lalu.









