Burma izinkan pesta umum tahun baru

Pemerintah Burma untuk pertama kalinya memberi izin perayaan tahun baru secara umum lengkap dengan kembang api dan penghitungan mundur pada detik-tetik terakhir.
Puluhan ribu orang diperkirakan akan meramaikan acara yang berlangsung di kota terbesar <link type="page"> <caption> Burma</caption> <url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/topik/burma/" platform="highweb"/> </link>, Rangoon, dengan latar belakang pagoda utama di kota itu, Shwedagon.
Di masa kekuasaan rezim militer, pertemuan-pertemuan umum dilarang dan perayaan kali ini merupakan pertanda semakin berkurangnya kendali negara atas kehidupan sehari-hari rakyat Burma.
Perayaan tahun baru yang juga diramaikan dengan berbagai pertunjukan di panggung terbuka ini disiarkan secara langsung lewat TV.
Penghitungan mundur yang berlangsung dalam pesta tahun baru di negara-negara lain juga akan ditayangkan lewat layar TV besar di dekat panggung di Rangoon.
Acara sudah dimulai sejak pukul 16.00 waktu setempat, dan merupakan hiburan untuk khalayak umum yang kedua setelah tampilnya bintang Amerika, Jason Mraz, pada tanggal 16 Desember lalu.
Iklim keterbukaan
Upacara perayaan tahun baru di Burma biasanya berlangsung secara tertutup, seperti di beberapa hotel maupun restoran.
"Kali ini pemerintah memberikan izin dan ini menunjukkan iklim keterbukaan dan juga perubahan yang sebenarnya sudah diperkirakan," tutur Redaktur BBC Seksi Burma, Myint Swe.
Swe menambahkan bahwa dengan perayaan ini maka pemerintah Burma juga ingin menyampaikan pesan untuk menyambut warga asing.
"Ini menjadi pertanda Burma membuka diri kepada warga asing dan menyesuaikan diri dengan komunitas internasional," tambahnya.
Sejak berkuasa tahun 2011 lalu, Presiden Thein Sein menempuh berbagai upaya reofrmasi di negara itu.
Sejumlah tahanan politik dibebaskan -walau pegiat mengatakan masih ada yang mendekam di penjara- sementara sensor ditiadakan dan mulai April 2013 <link type="page"> <caption> surat kabar swasta boleh terbit</caption> <url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2012/12/121228_burma_koran.shtml" platform="highweb"/> </link> di negara itu.
Dunia internasional, termasuk Presiden Barack Obama dan <link type="page"> <caption> Uni Eropa, menyatakan dukungan</caption> <url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2012/04/120419_burma_eu.shtml" platform="highweb"/> </link> atas reformasi politik di Burma walau sejumlah kelompok pegiat hak asasi menanggapi perubahan di Burma dengan lebih berhati-hati.









