Covid-19: 'Masyarakat adat sekarat akibat wabah dan negara tak akui kami' - Perjuangan seorang perawat mendampingi masyarakat adat Brasil

Vanderlecia memakai alat pelindung diri

Sumber gambar, Reuters

Ketika pandemi virus corona menyebar seantero Brasil, masyarakat adat adalah salah satu di antara beberapa kalangan yang paling parah terdampak.

Terletak di pinggiran Kota Manaus, Parque das Tribos adalah kawasan permukiman bagi para keturunan masyarakat adat dari 35 suku.

Banyak rumah di sana tidak punya akses saluran air bersih dan listrik. Pun tak ada klinik kesehatan masyarakat di dekat kawasan itu.

Perawat bernama Vanderlecia Ortega dos Santos terpanggil untuk menjadi relawan, demi mengurus komunitas masyarakat adatnya yang beranggotakan 700 keluarga.

Vanderlecia berkeliling di Parque das Trios

Sumber gambar, Reuters

"Masyarakat kami sekarat akibat penyakit ini dan mereka tidak diakui sebagai masyarakat adat oleh negara," ujarnya sebagaimana dikutip kantor berita Reuters.

Presentational grey line

Topik virus corona di Brasil:

Presentational grey line
Vanderlecia berkunjung

Sumber gambar, Reuters

Sejauh ini dia telah memantau kondisi sekitar 40 pasien yang dicurigai terjangkit Covid-19. Untuk mengurus mereka, dia memberikan obat antinyeri dan beberapa obat dasar lainnya, sembari menyampaikan penyuluhan untuk menghambat penyebaran penyakit.

Vanderlecia memeriksa pasien

Sumber gambar, Reuters

Dia mengunjungi rumah-rumah dengan mengenakan alat pelindung diri — yang menyelubungi penutup kepala tradisional (Witoto) dari bulu burung nuri.

Vanderlecia menjaga jarak

Sumber gambar, Reuters

Vanderlecia menyampaikan penyuluhan

Sumber gambar, Reuters

Beragam pembatasan yang diterapkan untuk menghambat penyebaran Covid-19 telah merusak ekonomi setempat — termasuk para perempuan yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga dan para pria yang bekerja di proyek konstruksi.

Vanderlecia talks to Robson Santos da Silva, as she takes part in a protest

Sumber gambar, Reuters

Vanderlecia ikut ambil bagian dalam aksi protes ketika para pejabat kesehatan datang berkunjung. Dia berada di garis depan dalam demonstrasi menuntut agar pemerintah memperhatikan masyarakat adat.

Vanderlecia

Sumber gambar, Reuters

Sebagai tanda perjuanganya, dia memakai masker bertuliskan "Nyawa masyarakat adat punya arti".

Semua foto adalah hasil karya Bruno Kelly / Reuters