Hewan kecil ini bisa hidup tak bernapas selama 17 hari

Sumber gambar, Solvin Zankl naturepl.com
Ketika membicarakan hewan pada zaman es, biasanya mamut yang dapat perhatian.
Tentu saja gading melengkung dan jaket wool itu memang mengesankan. Namun di mana mereka sekarang? Di museum-museum seluruh dunia, debu bertumpuk di badan mereka.
Sementara itu, rekan mereka sesama hewan zaman es masih berjaya hidup di di dataran tinggi Arktik. Dan diam-diam mereka bersembunyi di balik batu di sekitar sungai membeku.
- <link type="page"><caption> Rahasia di balik 'kecepatan super' ular</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/karangan_khas/vert_earth/2016/09/160928_vert_earth_ular_super" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Tidak ada makhluk hidup yang benar-benar tulus berbuat baik</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/vert_earth/2016/08/160822_vert_earth_tak_ada_tulus" platform="highweb"/></link>
Inilah kalajengking 'palsu' atau pseudoscorpion (Wyochernes asiaticus), hewan berbuku (arachnid) dengan kekuatan super.
Mereka bisa hidup di bawah air selama berminggu-minggu tanpa terputus, dan tampaknya tanpa mengambil napas. Sementara hewan berbuku lain hanya bisa menyelam selama beberapa jam saja, maka hewan ini jadi luar biasa.
Ada sekitar 3.000 pseudoscorpion yang pernah ditemukan, tapi sedikit sekali yang dihetahui tentang mereka.

Sumber gambar, Solvin Zankl naturepl.com
Pseudoscorpion adalah jenis hewan berbuku, bersaudara dengan laba-laba dan kalajengking. Panjang mereka biasanya antara 2 sampai 12 mm. Pseudoscorpion termasuk yang kecil, dengan panjang antara 2 sampai 2,5 mm.
Pseudoscorpion memiliki penjepit yang tak masuk akal panjangnya, terutama jika dibandingkan dengan ukuran tubuh mereka dan tanpa pengimbang seperti ekor.
Mereka juga tak punya penyengat yang seram seperti yang kita bisa lihat pada kalajengking umumnya. Maka itu mereka disebut sebagai kalajengking 'palsu'.
- <link type="page"><caption> Mengapa kadal pinokio berhidung panjang?</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/vert_earth/2016/08/160822_vert_earth_kadal_pinokio" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Hewan-hewan dengan sengat paling mematikan</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/vert_earth/2016/08/160808_vert_earth_hewan_sengat" platform="highweb"/></link>
Tak seperti laba-laba atau kalajengking, mereka tidak menggigit atau menyengat, setidaknya tidak kepada manusia.
Penelitian di habitat asal
Mereka memangsa hewan kecil yang tak bertulang belakang. Misalnya, <link type="page"><caption> pseudoscorpion rumahan</caption><url href="http://eol.org/pages/1167672/overview" platform="highweb"/></link> senang memakan kutu buku, ngengat pakaian dan larva kumbang karpet.
<link type="page"><caption> Christopher Buddle</caption><url href="http://insectecology.mcgill.ca/" platform="highweb"/></link> dari McGill University di Kanada adalah peneliti pertama yang mencatat sejarah pseudoscorpion bagian utara ini dalam sebuah <link type="page"><caption> makalah yang diterbitkan tahun 2015</caption><url href="http://journals.sfu.ca/cfn/index.php/cfn/article/view/1693" platform="highweb"/></link>.
Tim peneliti lapangan yang dipimpinnya mendapatkan temuan ini nyaris tak sengaja.

Sumber gambar, Crystal M Ernst
Buddle dan rekan-rekannya berada di Yukon Territory untuk proyek penelitian lainnya. Selagi mereka berada di Dempster Highway di selatan Arctic Circle, mereka melewati papan tanda Sheep Creek.
Lokasi ini memicu ingatan Buddle, yang beberapa tahun sebelumnya pernah membaca makalah yang menyebut penemuan pseudoscorpion utara di celah sungai di daerah itu.
"Maka saya segera menginjak rem mobil saya," katanya dan mengarahkan timnya ke pinggiran sungai yang berbatu. "Kami mencari di balik batu, dan mereka ada di sana."
Buddle tahu hanya baru empat spesimen saja yang dikumpulkan dari hewan ini, maka ia segera menambah hewan zaman es ini ke dalam izin penelitiannya.
Dua tahun ke depan, ia mempelajari mereka di habitat asalnya.

Sumber gambar, Alex Hyde naturepl.com
Pseudoscorpion utara hidup di kawasan berbatu di gua-gua dan sungai.
Kawasan ini, kata Buddle, selain sangat dingin, mereka kerap banjir setiap musim semi saat salju mencair, yang biasanya berlangsung antara dua sampai tujuh hari.
Ia ingin tahu bagaimana hewan ini bisa tetap hidup dalam lingkungan yang ekstrim seperti ini.
Menahan temperatur
Buddle, bekerja dengan Brent Sinclair dan Susan Anthony dari University of Western Ontario, mengumpulkan sebanyak 200 spesimen dan membawa mereka kembali ke laboratrium untuk mempelajari kemampuan mereka menahan dingin dan menyelam di dalam air.
<link type="page"><caption> Tim peneliti ini menerbitkan hasil penelitian mereka pada bulan Desember 2015</caption><url href="http://link.springer.com/article/10.1007%2Fs00300-015-1849-y" platform="highweb"/></link>.
Anthony menemukan bahwa seperti banyak serangga, pseudoscorpion utara menghindari dingin dengan cara merendahkan titik beku tubuh mereka dalam sebuah proses yang dinamakan super-cooling.
Mereka bisa menahan temperatur membeku hingga minus tujuh derajat Celsius.
Sekalipun mengesankan, ini masih jauh dari rekor spesies lain seperti serangga springtail asal Antartika yang bisa melakukan proses super-cooling hingga mencapai minus dua puluh derajat Celsius.

Sumber gambar, Christopher Buddle
Namun karena pseudoscorpion dewasa melewati musim dingin yang lebih dingin dari minus tujuh derajat Celsius, para peneliti menduga mereka menggunakan teknik lain semisal bersembunyi di di balik lapisan salju untuk menghangatkan diri.
Tim peneliti mendapatkan kejutan besar ketika Anthony menenggelamkan pseudoscorpion utara di dalam air untuk melihat berapa lama mereka bisa bertahan hidup.
Sesudah 17 hari, setengah dari pseudoscorpion itu masih hidup. "Ini luar biasa," kata Buddle. Waktu 17 hari itu jauh lebih panjang dari rata-rata periode banjir yang terjadi di Yukon Territory.
Ketika mereka ditarik keluar air, pseudoscorpion ini berubah warna menjadi perak, menandakan mereka memasukkan udara ke dalam tubuh mereka.
Punya cerita tersendiri
Banyak hewan jenis melakukan hal ini, kata Buddle.
Namun kebayakan hewan berbuku menggunakan semacam struktur yang disebut plastron, yang mirip dengan insang pada ikan, untuk mengambil oksigen dari air.
Pseudoscorpion tak memperlihatkan adanya pernapasan dengan plastron. Dalam satu tes, tim peneliti bahkan mengambil oksigen dari dalam air, dan ternyata hasilnya tidak berubah!

Sumber gambar, Crystal M Ernst
Tidak jelas bagaimana pseudoscorpion bisa melakukan ini, tapi tampaknya mereka bisa mengubah fungsi tubuh mereka.
"Kami pikir mereka bisa menutup metabolisme tubuh mereka di dalam air, dan itu bisa bertahan lama," kata Buddle.
Jika ini benar, kita bisa belajar banyak sekali dari hewan ini. Hewan yang bisa bertahan hidup lama di cuaca dingin ekstrime banyak dipelajari untuk membantu memecahkan persoalan manusia seperti misalnya untuk menyimpan organ tubuh donor untuk keperluan transpalntasi.
Hewan yang bisa menutup metabolisme tubuh selama beberapa pekan sangat membantu untuk, misalnya, perjalanan luar angkasa yang biasanya memakan waktu lama.
"Tiap spesies punya ceritanya sendiri," kata Buddle.









