Pilkada: Cari tahu kandidat terkait dinasti politik di wilayah Anda

Seperlima dari seluruh kandidat dalam Pilkada 2020 memiliki hubungan kekerabatan dengan kepala daerah dan legislator, baik yang tengah menjabat maupun nonaktif.
Jumlah ini meningkat hampir tiga kali lipat dibanding gelaran Pilkada 2018 lalu.
Temuan ini merujuk riset mandiri BBC East Asia Visual Journalism pada 1.476 kandidat yang telah memenuhi syarat untuk berkontes pada pesta demokrasi akhir tahun ini.
Kandidat terbanyak adalah calon bupati (68 orang), diikuti calon wakil bupati (35 orang), calon wali kota (26 orang), calon wakil wali kota (12 orang), calon gubernur (tujuh orang), dan terakhir calon wakil gubernur (empat orang).
Istri pejabat paling banyak mencalonkan diri (sebanyak 43 orang) jika dibandingkan dengan keluarga dan kerabat lain seperti anak, bapak, ibu, suami, keponakan, menantu, atau saudara sepupu.

Satu orang terduga dinasti politik merupakan eks-napi koruptor dan seorang lainnya pernah disebut menerima suap dalam putusan kasus korupsi.
Mereka tersebar di 29 provinsi, tapi jumlah paling banyak berada di Jawa Tengah (15 orang), kemudian disusul Jawa Timur, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Utara dengan masing-masing 13 orang.
Siapa saja kandidat Pilkada 2020 yang diduga terjerat nepotisme dan korupsi? Di mana mereka bersaing mendapatkan kursi raja daerah? Cek datanya melalui grafik di bawah.









