Virus corona: Turis dari China macet, RI incar turis AS dan Eropa dengan libatkan influencer

Sumber gambar, Agung Parameswara/Getty Images
Indonesia akan berusaha lebih keras untuk menarik turis dari Amerika dan Eropa, setelah kunjungan wisatawan dari China macet karena virus corona.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah mengeluarkan Rp72 miliar untuk promosi pariwisata melalui berbagai media dan kanal — termasuk pemengaruh atau influencer.
Pengeluaran tersebut merupakan bagian dari insentif bagi wisatawan mancanegara dalam rangka mengatasi dampak wabah virus corona pada perekonomian Indonesia.
Namun seorang pengamat pariwisata berpendapat insentif tersebut malah akan lebih banyak dilirik oleh wisatawan dalam negeri.
Apa rencananya?
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartanto mengumumkan insentif untuk wisatawan mancanegara sebesar Rp298,5 miliar.
Perinciannya untuk subsidi diskon tiket pesawat Rp 98,5 miliar, anggaran promosi Rp 103 miliar, kegiatan kepariwisataan sebesar Rp 25 miliar, serta relasi media dan influencer Rp72 miliar.
Ari Juliano, staf ahli Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, mengatakan Indonesia menyasar negara-negara seperti Amerika dan Eropa yang selama ini belum tertangani dengan optimal, setelah kunjungan turis dari China berkurang drastis akibat wabah virus corona baru.
"Turis dari Tiongkok itu kan selama ini porsinya besar untuk wisata di Indonesia tapi karena mereka sedang ada wabah di sana, tentu akan berkurang drastis. Itulah mengapa kita perlu mencari potensi wisatawan asing dari negara lain," kata Ari kepada BBC News Indonesia.
Ia menjelaskan, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif bakal menggaet influencer di negara-negara sasaran untuk mempromosikan pariwisata Indonesia.

Sumber gambar, Agung Parameswara
Alasan memilih influencer, kata Ari, karena berdasarkan berbagai survei, orang datang ke destinasi wisata karena rekomendasi atau karena melihat orang-orang yang pilihannya dipercaya.
"Ketika orang melihat bahwa si influencer ini datang ke Indonesia kemudian merasakan sendiri, bercerita tentang bagaimana keadaan suatu destinasi wisata, orang-orang yang selama ini merujuk kepada mereka tentu akan sedikit-banyak terpengaruh untuk menentukan tujuan wisatanya," ujarnya.
Ari menambahkan bahwa dalam menarik wisatawan asing, Indonesia bersaing dengan negara-negara ASEAN serta negara tetangga lainnya di Pasifik seperti Australia dan Selandia Baru.
Salah satu pesan yang akan ditonjolkan dalam promosi, kata Ari, adalah belum ditemukan kasus Covid-19 di Indonesia.
"[Kita] Ingin yakinkan bahwa Indonesia aman, jadi jangan ragu-ragu datang ke Indonesia. Untuk meyakinkan itulah butuh promosi yang luar biasa," ujarnya.
Selain insentif untuk wisatawan mancanegara, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif juga memberikan insentif bagi wisatawan dalam negeri berupa diskon 30 persen untuk penerbangan ke 10 destinasi wisata dan penghilangan pajak hotel dan restoran di destinasi-destinasi tersebut.
Seberapa parah sektor pariwisata terdampak virus corona?
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan, menyebut bahwa berdasarkan data dari Bank Indonesia, kerugian yang ditanggung oleh sektor pariwisata akibat wabah virus corona mencapai hampir Rp 7 triliun per bulan.
Ari Juliano mengatakan bahwa berdasarkan laporan dari Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bali, ada 42.000 turis yang telah membatalkan kunjungan ke Bali.
Secara terpisah, I Nyoman Darma Putra, pakar pariwisata dari Universitas Udayana, mengatakan bahwa kunjungan wisatawan dari China ke Bali mencapai 1,2 juta per tahun dan trennya meningkat dalam tiga tahun terakhir — namun tren itu berhenti sejak wabah virus Covid-19 merebak.
"[Jumlah wisatawan China] selalu tertinggi dalam tiga tahun terakhir ini untuk kedatangan turis asing yang langsung ke Bali. Tetapi karena situasi seperti ini, kunjungan itu kelihatan akan macet," kata Nyoman kepada BBC News Indonesia.

Sumber gambar, NurPhoto/Getty Images
Tidak cuma wisatawan dari China, menurut Nyoman, wisatawan dari negara-negara lain juga jadi ragu berkunjung ke Indonesia lewat negara transit seperti Singapura atau Hong Kong, tempat virus corona sudah menyebar.
Namun ia berpendapat bahwa insentif pariwisata yang diberikan pemerintah akan lebih banyak dilirik oleh wisatawan dalam negeri.
"Sementara untuk wisatawan asing mungkin, orang masih berpikir dua kali untuk bepergian meninggalkan negerinya. Karena kalau sakit ketika melakukan perjalanan itu, menjadi dark tourism sesuatu yang tidak diharapkan oleh orang.
"Jadi secara umum, psikologi orang untuk bepergian antar negara mungkin agak slow down sementara di Indonesia karena pengumuman kasus belum pernah ada, insentif muncul lebih banyak dilirik oleh turis domestik," ujarnya.
Apa dampak wabah virus corona pada perekonomian Indonesia?
Menteri Keuangan Sri Mulyani memperingatkan bahwa wabah virus korona baru di China, yang merupakan salah satu mitra dagang terbesar di Indonesia, bisa mengerem pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga 4,7 persen pada tahun 2020 — di bawah target pemerintah yaitu 5,3 persen.
Pertumbuhan ekonomi Indonesia memang telah melambat hingga 5,02 persen pada tahun 2019, paling lambat dalam tiga tahun terakhir, di tengah lesunya ekonomi dunia.
Untuk mengantisipasi dampak tersebut, pemerintah menyiapkan paket stimulus sebesar Rp10 triliun yang diambil dari cadangan APBN 2020.
Anggaran tambahan tersebut akan disalurkan lewat sejumlah kebijakan seperti subsidi, dana Program Keluarga Harapan (PKH), diskon biaya penerbangan, penghilangan pajak hotel dan restoran, serta promosi pariwisata.











