Awal Ramadan Senin, 6 Mei 2019: Warga NU-Muhammadiyah mulai puasa di hari yang sama

Ramadhan

Sumber gambar, MUHAMMAD ADIMAJA/ANTARA FOTO

Keterangan gambar, Sejumlah anak mengikuti pawai obor jelang Ramadhan 1440 H di kawasan Bojong Gede, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (04/05).

Kementerian Agama, berdasarkan sidang Isbat yang berakhir Minggu petang (05/05), memutuskan bahwa awal Ramadan 1440 H jatuh pada hari Senin 6 Mei 2019.

Dalam keputusan itu, terungkap pula bahwa ormas Islam terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah, sepakat 1 Ramadan jatuh pada tanggal yang sama.

Penetapan awal puasa ini diputuskan dalam sidang Isbat di kantor Kementerian Agama, yang berakhir Minggu petang (05/05), yang dipimpin langsung oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin.

Di hadapan wartawan, Menteri Agama Lukman Hakim mengungkapkan keputusan pemerintah tentang hari pertama Ramadan ini menggunakan dua metode yang digunakan NU dan Muhammadiyah yaitu metode hisab dan rukyat.

Dari dua pendekatan itulah, peserta sidang Isbat memutuskan bahwa awal Ramadhan jatuh pada hari Senin, 6 Mei 2019, kata Menteri Agama.

"Karena itulah, seluruh peserta sidang Isbat bermufakat menetapkan bahwa 1 Ramadhan jatuh pada esok hari, Senin 6 Mei 2019," ungkap Lukman Hakim.

Ramadhan

Sumber gambar, Umarul Faruq/ANTARA FOTO

Keterangan gambar, Warga korban lumpur Lapindo menaburkan bunga untuk keluarga mereka yang telah wafat, di tanggul titik 21 Porong, Sidoarjo, Jawa Timur, Sabtu (04/05).

Sebagian umat Islam berpendapat, untuk menentukan awal bulan, harus dengan benar-benar melakukan pengamatan hilal secara langsung (rukyat).

Sebagian lainnya berpendapat bahwa penentuan awal bulan cukup dengan melakukan hisab (perhitungan), tanpa harus benar-benar mengamati hilal.

Menurut Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, kedua metode itu digunakan untuk menentukan awal Ramadan.

"Dua metode ini bukanlah dua metode yang diperhadapkan, atau saling dibenturkan, tapi saling melengkapi keduanya," kata Menteri Agama di hadapan wartawan.

"Mudah-mudahan ini menjadi simbol kebersamaan umat Islam di Indonesia, sehingga mudah-mudahan ini wujud kebersamaan kita sebagai sesama anak bangsa," ujarnya.

ramadhan

Sumber gambar, Aloysius Jarot Nugroho/ANTARA FOTO

Keterangan gambar, Seorang warga membersihkan beduk di Masjid Ciptomulyo, Pengging, Banyudono, Boyolali, Jawa Tengah, Sabtu (04/05).

Metode penentuan kriteria penentuan awal Ramadan yang berbeda di Indonesia, beberapa kali menyebabkan perbedaan penentuan awal bulan, sehingga ada perbedaan hari terakhir Ramadan atau Hari Idul Fitri.

Walaupun belakangan kedua metode itu menyimpulkan adanya kesamaan awal Ramadan, tetapi perbedaan itu pernah beberapa kali terjadi, namun hampir tidak pernah terjadi gesekan di antara anggota ormas tersebut.