Menko Polhukam Wiranto: 'Tidak ada kerusuhan besar atau people power saat pilpres 2019'

Menko Polhukam Wiranto

Sumber gambar, Kompas/(Kristian Erdianto

Keterangan gambar, Wiranto beranggapan isu kerusuhan itu mengakibatkan ada sebagian warga Indonesia "akan meninggalkan Indonesia untuk menghindari kerusuhan".

Menko Polhukam Wiranto mengatakan tidak akan ada kerusuhan besar atau people power di Indonesia saat pemilu presiden dan pemilihan legislatif April nanti.

"Saya katakan di sini, dari eskalasi yang ada, dari laporan intelijen, tidak ada kerusuhan," kata Wiranto dalam jumpa pers usai menggelar rapat dari kementerian terkait di Jakarta, Kamis (14/03).

Rapat ini dihadiri antara lain Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Djoko Setiadi, Ketua Bawaslu Abhan, serta Ketua KPU Arief Budiman, serta pejabat terkait dari Mabes TNI dan Mabes Polri.

Hal itu ditegaskan Wiranto menanggapi apa yang disebutnya sebagai "banyaknya isu yang digulirkan ke masyarakat seakan-akan akan ada kerusuhan besar dan people power (gerakan rakyat)".

Wiranto tidak menjelaskan siapa yang menggulirkan isu kerusuhan saat pilpres, tetapi sebelumnya Wiranto terlibat perdebatan dengan Kivlan Zen tentang siapa yang berperan dalam kerusuhan Mei 1998.

kerusuhan Mei 1998

Sumber gambar, Hak atas fotoCHOO YOUN-KONG/AFP/GETTY IMAGES

Keterangan gambar, Penjarahan yang terjadi di sejumlah tempat di Jakarta pada pertengahan Mei 1998.

Polemik ini bermula dari pernyatan Kivlan yang menyebut Wiranto memainkan peran ganda dan isu propagandis saat masih menjabat sebagai Panglima ABRI. Tujuannya, menurutnya, untuk menumbangkan Presiden Soeharto.

Belakangan Wiranto menantang Kivlan dan Prabowo melakukan sumpah pocong dan menyebut tudingan itu tak sesuai fakta.

Saat kerusuhan Mei 1998, Kivlan menjabat Kepala Staf Kostrad, Prabowo Subianto adalah Komandan Jenderal (Danjen) Kopassus, sementara Wiranto sebagai Panglima ABRI.

'Masyarakat tidak perlu khawatir'

Lebih lanjut Wiranto mengatakan, "masyarakat tidak perlu khawatir akan adanya gangguan-gangguan fisik dalam rangka pemilu."

kerusuhan Mei 1998

Sumber gambar, Patrick AVENTURIER/Gamma-Rapho via Getty Images

Keterangan gambar, Wiranto tidak menjelaskan siapa yang menggulirkan isu kerusuhan saat pilpres, tetapi sebelumnya Wiranto terlibat perdebatan dengan Kivlan Zen tentang siapa yang berperan dalam kerusuhan Mei 1998 (foto atas).

Menurutnya keadaan keamanan Indonesia sejauh ini masih terkendali dengan baik. "Mudah-mudahan sampai pemilu nanti," ujarnya.

Dia menegaskan TNI-Polri telah menggelar kekuatan yang disebutnya "cukup memadai".

"Karena antara rasio kemungkinan gangguan kemanan dan jumlah TNI-polisi, bahkan sampai ke TPS, itu cukup," ujar Wiranto.

kerusuhan Mei 1998

Sumber gambar, Patrick AVENTURIER/Gamma-Rapho via Getty Images

Keterangan gambar, Kerusuhan 14 Mei 1998 di Jakarta.

Dia kemudian meminta masyarakat tidak perlu resah dan tidak perlu percaya adanya isu-isu kerusuhan.

Wiranto beranggapan isu kerusuhan itu mengakibatkan ada sebagian warga Indonesia "akan meninggalkan Indonesia untuk menghindari kerusuhan".

kerusuhan Mei 1998

Sumber gambar, Patrick AVENTURIER

Keterangan gambar, Kerusuhan 14 Mei 1998 di Jakarta.

"Kita tetap meminta kepada seluruh masyarakat supaya tetap tinggal di tempat (Indonesia), melaksanakan kewajiban untuk memilih siapa calon presiden, calon wakil presiden yang dipilihnya maupun anggota legislatif maupun DPD," paparnya.

Di hadapan wartawan, Wiranto lantas menegaskan bahwa aparat keamanan "betul-betul menjamin bahwa keamanan dapat kita selenggarakan dengan sebaik-baiknya".