Baru 25 dari 113 napi LP Aceh yang kabur berhasil ditangkap, 'ada yang sembunyi di atap rumah'

Sumber gambar, Hidayatullah/BBC News Indonesia
Kepolisian dan otoritas terkait masih menyelidiki latar belakang kaburnya 113 napi dari Lembaga Pemasyarakatan kelas II A Lambaro, Kecamatan Ingin Jaya, Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh, Kamis (29/11) malam.
"Kalapas masih terus mengidentifikasi akar persoalan yang terjadi," kata Wakapolda Aceh Brigjen Pol Supriyanto Tarah kepada wartawan di Banda Aceh, Jumat (30/11) dini hari.
Insiden kaburnya yang diduga dilatari kerusuhan di lapas itu merupakan kejadian kedua dalam tahun ini.
Sementara, Kepala Kantor wilayah Kementerian Hukum dan HAM Aceh, Agus Toyib, mengatakan pihaknya masih belum mengetahui secara pasti penyebab kaburnya ratusan napi.
"Kaburnya ini bisa jadi karena dua hal, pertama, karena spontanitas dan yang, kedua, memang sudah direncanakan," kata Agus kepada wartawan di Banda Aceh, Jumat (30/11) siang, seperti dilaporkan wartawan Aceh, Hidayatullah untuk BBC News Indonesia.
Pada Januari lalu, kerusuhan juga terjadi di Lambaro dan 32 napi diamankan karena dianggap sebagai provokator.
Sampai Jumat (30/11) pagi, menurut kepolisian setempat, setidaknya 25 orang napi berhasil ditangkap dan sisanya masih dilakukan pengejaran, seperti dilaporkan wartawan di Aceh, Hidayatullah, untuk BBC News Indonesia.

Sumber gambar, Kementerian Hukum dan HAM/Getty Images
Sejumlah laporan menyebutkan para napi itu kabur pada Kamis malam saat kericuhan antar napi terjadi di lapas tersebut.
"Mereka kabur dengan merusak teralis besi jendela dengan barbel," ungkap wartawan Hidayatullah mengutip keterangan pejabat kepolisian setempat.

Sumber gambar, Hidayatullah/BBC News Indonesia
Sebelumnya, Kamis (29/11), Kapolrestra Banda Aceh, Trisno Riyanto mengatakan sempat terjadi kerusuhan sebelum para napi melarikan diri.
"Kerusuhan terjadi sekitar pukul 18.30 WIB, sesaat hendak magrib, saat itu hanya ada 12 orang petugas lapas yang piket, bahkan salah satu sipir dipukuli oleh napi," kata Kombes Trisno.

Sumber gambar, Detikcom/Istimewa
Sementara, Kapolsek Ingin Jaya Iptu Tri Andi Darma mengatakan sebagian napi bersembunyi di rumah, kebun dan sawah milik warga di sekitar lapas.
"Para napi yang berhasil kami tangkap ini bersembunyi di rumah warga, di kebun warga, di sawah dan bahkan ada juga yang berada di atas atap rumah warga di sekitar LP," papar Tri Andi Darma, Jumat (30/11) dini hari.
Menurutnya, kepolisian akan memperluas radius pencarian napi yang sebagian besar terjerat kasus narkoba.
"Kekuatan kita penuh dibantu oleh satuan dari Mapolres dan Mapolda Aceh," tegasnya.












