Penggerebekan di Tangerang, Densus 88 tangkap seorang perempuan dan dua terduga teroris

Sumber gambar, ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal
Dalam penggrebekan di tiga lokasi di Tangerang, satuan anti teror Densus 88 menangkap tiga terduga teroris, seorang di antaranya perempuan.
"Jadi dua terduga teroris yang ditangkap di sebuah lokasi di wilayah Tangerang. Selain itu diamankan juga seorang perempuan," kata juru bicara Polri, Irjen Seto Wasisto, dalam jumpa pers di Mabes Polri, Rabu (16/5).
"Pada sekitar pukul 09.00, polisi melakukan penggrebekan di sebuah rumah kontrakan yang dihuni lima orang, yang digunakan untuk usaha vermak jins," kata Seto Wasisto menambahkan.
Dari penggrebekan itu, kata Setyo Wasisto, diperoleh informasi lain. Lalu polisi melakukan penggeledahan di dua TKP lain, di wilayah Tangerang juga," katanya/
Penggrebekan dilancarkan polisi sejak pagi. Setyo Wasisto menyebut, polisi menyita sejumlah barang bukti.
Namun sejauh ini tak diketahui apakah ada bahan peledak yang ditemukan di lokasi-lokasi itu.
Ini merupakan bagian dari operasi satuan anti teror polisi, Densus 88, dalam memburu para terduga teroris, menyusul sejumlah serangan bom di Surabaya dan Sidoarjo.
Dalam berbagai penggrebekan di jawa Timur sejak Senin (14/5) sudah 18 orang ditahan.
"Dari 18 orang itu, 14 orang di antaranya statusnya sebagai terduga teroris, tiga orang masih ditetapkan sebagai saksi, dan satu orang anak balita," kata Jubir Polda Jatim, Frans Barung, Rabu (16/5), dalam jumpa pers di Media Center Polda jatim, di Surabaya.
Dalam perkembangan lain, seorang kepala sekolah di Kalimantan Barat, karena dugaan ujuaran kebencian di media sosial, yang menyebut bahwa serangan-serangan teror di Surabaya dan Sidoarjo hanya pengalihan isyu.
Sementara di Sumatera Utara dua orang terduga teroris ditangkap dalam sebuah penggrebekan di Tanjung Balai.
Sebelumnya, hari rabu (6/5) ini terjadi serangan di Mapolda Riau, berupa serangan penabrakan dan penusukan, yang menewaskan seorang polisi, dan melukai dua polisi dan dua wartawan.









