Gempa: Kerusakan 'paling parah' di Tasikmalaya, Pangandaran, dan Ciamis

Sumber gambar, BNPB
Gempa 6,6 skala Richter yang mengguncang sebagian wilayah selatan Jawa Barat dan Jawa Tengah telah mengakibatkan dua orang meninggal dunia, demikian keterangan otoritas terkait.
Gempa itu juga menyebabkan setidaknya tujuh orang terluka akibat tertimpa bangunan dan lebih dari 40 bangunan rumah rusak parah, terutama di wilayah Tasikmalaya, Pangandaran dan Ciamis.
"Dampak gempa bumi ada dua orang meninggal dunia, dan tujuh orang luka," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangannya, Sabtu (16/12) pagi.

Sumber gambar, BNPB
Sementara, menurut BNPB, daerah yang terparah terdampak gempa adalah wilayah Tasikmalaya, Pangandaran dan Ciamis, karena pusat gempanya di sekitar daerah Tasikmalaya, kata Sutopo.

Sumber gambar, BNPB
Gempa 6,9 SR yang berpusat di Tasikmalaya, Jabar, terjadi pada Jumat malam sekitar pukul 23.47 WIB, dan getarannya dirasakan sampai ke wilayah Jawa Timur, demikian menurut sejumlah laporan.
Menurut BNPB, dua orang meninggal dunia berasal dari Desa Gunungsahari, Kabupaten Ciamis, dan seorang lagi tinggal di Desa Kauman, Kota Pekalongan. Mereka tertimpa dinding beton yang roboh.

Sumber gambar, BNPB
Di Jawa Barat, ada sekitar 17 rumah rusak berat dan sedang, sementara 10 rumah dilaporkan rusak ringan, sedangkan di Jawa Tengah setidaknya ada 26 rumah rusak berat dan roboh.
Pada Jumat (15/12) malam, BMKG sempat mengeluarkan peringatan dini adanya Tsunami, tetapi dua jam peringatan itu dicabut.
Gempa ini sempat menimbulkan kepanikan masyarakat, terutama di wilayah pesisir selatan Jawa Barat dan Jawa Tengah. Mereka dilaporkan sempat panik akibat mendengar kemungkinan terjadi tsunami.
Dan pada Sabtu (16/12), sekitar pukul 07.27 WIB pagi, gempa kembali terjadi yang berpusat sekitar 129km dari wilayah Garut, Jawa Barat, dengan kekuatan 5,7 SR. Gempa ini dirasakan sampai di wilayah Jakarta oleh sebagian warganya.









