Membelot, tentara Korea Utara lewati Zona Demiliterisasi

Zona Demiliterisasi

Sumber gambar, Getty Images

Keterangan gambar, Perbatasan Korea Selatan dan Korea Utara dijaga sangat ketat.

Seorang tentara Korea Utara membelot ke Korea Selatan dengan melewati Zona Demiliterisasi yang dijaga sangat ketat.

Tentara Korea Utara itu melintasi perbatasan bagian timur dengan selamat pada Kamis pagi. Disebutkan ketika ia melintas tak ada suara tembakan satu pun.

Kepastian itu disampaikan oleh Staf Gabungan Korea Selatan pada Kamis (29/09).

"Ia sekarang ditahan untuk menjalani pemeriksaan," kata Staf Gabungan.

  • <link type="page"><caption> Mata-mata senior Korea Utara membelot ke Korea Selatan</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/04/160411_dunia_korut_perwira_belot_korsel" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Serdadu Korut membelot ke Korsel melalui Zona Demiliterisasi</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/06/150615_dunia_korut_pembelot" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> 'Perang Speaker' Korea Selatan dan Korea Utara</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/01/160112_dunia_korut_korsel" platform="highweb"/></link>

Zona Demiliterisasi antara Korea Utara dan Korea Selatan itu ditanami dengan ranjau darat, dipasangi dengan pagar duri dan dijaga ribuan tentara dari kedua belah pihak. Kondisi tersebut sudah diberlakukan sejak Perang Korea berakhir pada 1953.

Dengan penjagaan ketat seperti itu maka pembelotan melalui Zona Demiliterisasi jarang terjadi. Pembelotan terakhir sebelum kali ini terjadi pada Juni tahun 2015 ketika seorang bintara Korea Utara menyerahkan diri ke tentara Korea Selatan di Hwacheon.

Balon propaganda

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Selebaran propaganda disebarkan lewat balon yang dilepaskan ke wilayah Korea Utara.

<span >Pemerintah Korea Selatan mengatakan lebih dari 29.000 warga Korea Utara telah membelot ke Selatan sejak Perang Korea berakhir, sebagian besar melewati wilayah Cina.

Mereka mendapat bantuan pemerintah untuk berintegrasi dengan masyarakat di Korea Selatan, meskipun sebagian mengeluh mereka masih menghadapi kesulitan ekonomi dan diskriminasi.

Pembelotan terbaru ini terjadi di tengah laporan-laporan bahwa seorang pemuda Korea Utara yang sebelumnya membelot ketika mengikuti kompetisi matematika di Hong Kong memutuskan untuk pulang ke negara asalnya pada akhir pekan lalu.

Pemuda berusia 18 tahun itu sempat menghabiskan waktu dua bulan tinggal di konsulat Korea Selatan yang dijaga ketat di Hong Kong

Korea Selatan sejauh ini belum memberikan tanggapan atas laporan itu.