Apa yang harus diperhatikan dari uji coba nuklir Korea Utara?

Yongbyon

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Fasilitas nuklir di Yongbyon, Korea Utara.
    • Penulis, Bruce Bennett
    • Peranan, Analis pertahanan senior RAND

Korea Utara telah mengadakan uji coba nuklir yang dianggap paling besar yang pernah mereka lakukan. Apa yang harus diperhatikan dari tindakan itu?

1. Luas ledakan

Pemimpin Korea Utara <span >Kim Jong-un<span >menyatakan bahwa uji coba bulan Januari tahun ini adalah bom hidrogen, yang berdaya ledak lebih besar. Namun ledakan itu setara dengan 6-8 kiloton dinamit.

  • <link type="page"><caption> Seberapa nyata ancaman bom nuklir Korea Utara?</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/09/160909_dunia_korea_utara_program" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Korea Utara ledakkan bom nuklir 'terbesar' mereka</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/09/160909_dunia_korut_gempa_nuklir" platform="highweb"/></link>

Hal kunci yang harus diperhatikan adalah uji coba ini lebih kecil daripada yang sebelumnya di tahun 2013, yang berkekuatan 8-10 kiloton dan diakui bukan dari bom hidrogen.

Apakah uji coba kelima kali ini memproduksi ledakan lebih luas? Tanda awal memperlihatkan 20 kiloton ledakan, sekalipun para pejabat di Seoul menduga hanya 10 kiloton.

Kedua angka itu tetap lebih besar daripada uji coba bulan Januari lalu.

2. Niat agresif Kim

Korea Utara

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Pengumuman peledakan bom nuklir disampaikan di televisi Korea Utara.

Tahun ini, Korea Utara telah mengadakan uji coba kelima dan peluncuran peluru kendali antarbenua (ICBM).

Sepanjang tahun, negara itu juga telah meluncurkan 30 peluru kendali dengan jarak 200 kilometer atau lebih. Jumlah ini melebihi jumlah uji coba peluru kendali balistik dalam sepanjang sejarah negara itu.

Sanksi internasional yang diterapkan kepada Korea Utara merupakan ancaman terhadap perekonomian negara.

  • <link type="page"><caption> Korea Utara 'kembali luncurkan rudal balistik'</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/09/160905_dunia_korea_rudal" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Korea Utara tembakkan rudal balistik ke laut</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/03/160318_dunia_korut_ujibalistik" platform="highweb"/></link>

Kim Jong-un juga menyatakan bahwa Amerika Serikat dan Korea Selatan bersiap menyerang Korea Utara sekalipun dia sendiri yang sesungguhnya meningkatkan ketegangan situasi di kawasan semenanjung itu.

Uji coba kelima ini merupakan peningkatan ketegangan yang baru lagi, khususnya karena uji coba nuklir sebelumnya berjarak tiga tahun antara yang satu dengan yang lain.

Namun pemimpin Korea Utara merupakan pemimpin yang lemah, menggunakan kebrutalan untuk mengontrol rakyat dan kelompok elit.

Maka Kim menggunakan peluncuran peluru kendali dan ancaman untuk mengalihkan perhatian dari kegagalan pemerintahannya serta sekaligus berupaya untuk mengamankan dukungan militer Korea Utara dan mencegah aksi dari luar melawan dirinya.

jSetiap provokasi merupakan reaksi dari besarnya tekanan yang ia rasakan dari dalam - yang harus ia alihkan.

3. Apakah ambisi nuklir Korea Utara akan bisa diwujudkan?

Kim Jong-un sejak bulan Desember tahun lalu menjelaskan bahwa para ilmuwannya telah mengembangkan bom hidrogen yang lebih kuat yang bisa dipasang di rudal balistik.

Namun uji coba tanggal 6 Januari tidak memperlihatkan hasil yang meyakinkan dan kemungkinan besar memperlihatkan kegagalan.

Kemungkinan ia menunggu sampai ilmuwannya berpikir mereka telah mengatasi masalah teknis.

Maka besar ledakan kali ini akan sangat penting untuk melihat ambisi nuklirnya.

4. Apa yang dikatakan Cina sekarang

Beberapa bulan lalu, Amerika Serikat dan Korea Selatan mengumumkan mereka akan menggunakan sistem antipeluru kendali bernama Terminal High Altitude Area Defence (THAAD) untuk melindungi Korea Selatan dari ancaman Korea Utara.

Thaad

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Program antirudal THAAD mendapat protes di Korea Selatan.

Terdapat penentangan terhadap THAAD di Korea Selatan, dan terutama di Cina.

Cina telah gagal bertindak sebagai "kekuatan besar" di kawasan dan tidak menghentikan provokasi Korea Utara.

Cina sekarang harus memutuskan apakah akan mengambil posisi bertanggung jawab dan menekan Korea Utara ataukah mereka hanya peduli pada keamanan sendiri dan beralih ke sengketa hukum internasional di Laut Cina Selatan.

5. Jika Amerika Serikat mengubah pendekatan

AS selama ini menjalankan kebijakan "kesabaran strategis" terhadap Korea Utara, membiarkan mereka melanjutkan provokasi dan pengembangan nuklir dengan hanya sedikit upaya untuk menghalangi.

AS perlu pendekatan berbeda mengingat Korea Utara bersikeras untuk melanjutkan program ini dengan serius.

Ancaman Korea Utara berubah ke arah yang membuat AS dan sekutu regional perlu bereaksi.

Sementara itu warga Korea Selatan perlu memutuskan apakah mereka menginginkan AS untuk bersiap melindungi mereka dari ancaman peluru kendali Korea Utara.

Banyak yang menginginkan perlindungan itu, sekalipun banyak pula warga yang berpendapat Korea Utara adalah tetangga yang bersahabat.