Dunia kecam keras uji coba nuklir Korea Utara

Sumber gambar, AFP
Korea Utara diduga kuat telah melakukan <link type="page"><caption> uji coba peledakan bom nuklir mereka</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/09/160909_dunia_korut_gempa_nuklir" platform="highweb"/></link>, dan dunia internasional bereaksi keras mengutuk tindakan tersebut.
Dalam pertanyaan resminya yang diedarkan kantor berita KCNA, Institut Persenjataan Korea Utara menyatakan bahwa uji coba itu merupakan keinginan kuat Partai Buruh Korea dan rakyat Korea untuk "membalas jika ada provokasi dari pihak lawan".
Reaksi terhadap uji coba ini mulai bermunculan dari dunia internasional, terutama negara-negara yang berdekatan dengan Korea Utara.
Presiden Korea Selatan Park Geun-Hye menyebutnya sebagai tindakan "penghancuran diri sendiri" dan "kecerobohan yang gila" dari pemimpin Korea Utara Kim Jong-un.
Sementara itu Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe juga menyatakan negerinya "sama sekali tak bisa menerima" uji coba semacam itu dan "bersikukuh memprotes" kepada Pyongyang.
Konsekuensi serius

Sumber gambar, AP
Presiden Amerika Serikat Barack Obama juga menyatakan sikap kerasnya. Ia menyatakan bahwa komunitas internasional harus "menjamin setiap tindakan provokasi yang dilakukan oleh Korea Utara akan menghadapi konsekuensi serius."
Rusia dan Cina juga menyatakan kutukan terhadap uji coba itu. Kementerian Luar Negeri Rusia menyatakan uji coba itu patut disesali dan Rusia mengutuk tindakan tersebut.
Dalam komentarnya, kantor berita Cina Xinhua menyebut uji coba yang dilakukan Korea Utara mengejutkan dan tidak bijaksana, serta dapat "menambah minyak ke dalam api".
Sumber di Korea Selatan menyebutkan ledakan itu terjadi pukul 09.00 pada Jumat (09/09) waktu setempat, tercatat dalam bentuk guncangan magnitudo 5,3.
Sumber militer menyebut dugaan ledakan itu besarnya 10 kiloton, yang merupakan uji coba nuklir terbesar negeri itu.









