Mimpi buruh migran tentang masa depan 'mimpi belaka'

Sumber gambar, IMA
Konferensi tingkat tinggi PBB tentang pengungsi dan migran tengah digelar di New York.
Kelompok yang mewakili buruh migran Aliansi Migran Internasional mengeluarkan peringatan bahwa mimpi mereka tentang masa depan adalah kebohongan belaka.
"Sebagian besar dari kami, janji tentang masa depan yang lebih baik sudah menjadi kebohongan," kata ketua Aliansi Migran Internasional, Eni Lestari, seorang tenaga kerja Indonesia yang bekerja di Hong Kong.
"Kami terjerat utang, diperdagangkan, terjebak dalam perbudakan, hak-hak dasar kami dinafikkan, kami rentan terhadap penyiksaan. Banyak di antara kami hilang dan bahkan meninggal dunia. Mimpi kami telah menjadi mimpi buruk," tambah Eni dalam konferensi PBB di New York pada Senin (19/09).
- <link type="page"><caption> Amerika Serikat berencana terima 110.000 pengungsi</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/09/160914_dunia_amerika_pengungsi" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Komunike KTT G20 angkat masalah pengungsi global</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/09/160905_dunia_g20_hangzhou" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Erwiana: Pemerintah, lindungilah buruh migran</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2015/02/150212_erwiana_wawancara_hongkong" platform="highweb"/></link>
Para pemimpin dunia yang hadir dalam konferensi sepakat membuat deklarasi untuk membuat aksi yang terorganisir lebih baik dan lebih manusiawi dalam menangani krisis pengungsi.

Sumber gambar, EPA
Sekjen PBB Ban Ki-moon menyerukan kepada para pemimpin dunia untuk menepati janji mereka.





