Pemotongan pasok air dan listrik ancam pengungsi Aleppo

Sumber gambar, EPA
Anak-anak di kota Aleppo, Suriah "berisiko buruk" terkena penyakit kecuali pasokan air segera diperbaiki, kata badan anak-anak PBB.
Organisasi itu menyatakan penghentian segera perang diperlukan untuk memungkinkan perbaikan jaringan air dan listrik.
- <link type="page"><caption> Pesawat jet militer Suriah gempur pemberontak di Aleppo</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/08/160808_dunia_serangan_udara_aleppo" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Pemberontak 'menembus blokade pemerintah' di Aleppo</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/08/160807_dunia_suriah_pemberontak_aleppo" platform="highweb"/></link>
Sekitar dua juta orang sekarang tidak mendapatkan pasokan kebutuhan dasar, kata PBB.
Perang antara pasukan pemerintah dan pemberontak meningkat dalam beberapa minggu terakhir.
Paling tidak 250.000 orang diyakini terjebak di daerah yang dikuasai pemberontak di Aleppo timur, sejak jalur penting ke wilayah itu ditutup pasukan pemerintah pada permulaan bulan Juli.
Pada hari Minggu (7 Agustus) pemberontak memotong jalur akses penting pemerintah ke Aleppo barat.
Sejak saat itu mereka mengalami penyerangan sengit pasukan pendukung pemerintah.
UNICEF mengatakan seluruh kota tidak mendapatkan aliran air selama empat hari.
"Anak-anak dan keluarga di Aleppo menghadapi keadaan bencana," kata Hanaa Singer, wakil UNICEF di Suriah.









