Pemberontak 'menembus blokade pemerintah' di Aleppo

Sekitar 250.000 orang hidup di kota Aleppo, Suriah, di tengah blokade yang dilakukan pemerintah.

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Sekitar 250.000 orang hidup di kota Aleppo, Suriah, di tengah blokade yang dilakukan pemerintah.

Faksi pemberontak di Suriah sudah menembus blokade pemerintah di Aleppo yang sudah terjadi selama berminggu-minggu, dan disambut kegembiraan di kota bagian utara yang penting itu.

Sumber-sumber yang dekat dengan pemerintah membantah bahwa mereka telah tersingkir dan mengatakan bahwa mereka berhasil mendorong kembali pemberontak dari sebuah markas persenjataan.

Aktivis oposisi yang berbasis di Inggris mengatakan bahwa pemberontak berhasil bergabung dengan rekan pejuang mereka di Aleppo timur.

Namun sejauh ini pemberontak gagal untuk membuat jalur aman, mereka menambahkan.

Koalisi pemberontak termasuk grup yang terafiliasi dengan al-Qaeda.

  • <link type="page"><caption> Serangan udara Rusia, pertempuran memanas di Aleppo</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/08/160803_dunia_aleppo_rusia.shtml" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Puluhan warga tinggalkan Aleppo lewat koridor kemanusiaan</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/07/160731_dunia_keluarga_aleppo.shtml" platform="highweb"/></link>

Tentara pemerintah memblokade area-area yang dikuasai pemberontak di Aleppo pada Juli lalu, dan 250.000 orang hidup di daerah tersebut.

Rami Abdel Rahman, kepala Pengamatan Hak Asasi Manusia Suriah, sebuah layanan berita oposisi yang berbasis di Inggris, mengatakan bahwa pemberontak telah menembus pertahanan, tapi rutenya "belum sepenuhnya aman".

Sementara itu, aliansi yang didukung Amerika Serikat dan terdiri dari pejuang Arab dan Kurdi merebut sebagian besar wilayah Manbij - kota kunci Suriah - dari kelompok yang menyebut dirinya Negara Islam, atau ISIS.

Meanwhile, a US-backed alliance of Kurdish and Arab fighters seized most of Manbij - a key Syrian city - from so-called Islamic State.

Fawaz Gerges, profesor Politik Timur Tengah di London School of Economics, mengatakan pada saluran televisi BBC News bahwa para pemberontak meraih keunggulan.

"Koalisi pemberontak - mereka menyebut dirinya Tentara Penakluk - membuat kemajuan besar," katanya.