Pertemuan Uni Eropa di Bratislava memperkuat pakta Merkel-Hollande

Solidaritas Prancis-Jerman muncul dalam pertemuan tnigkat tinggi Uni Eropa di Bratislava.

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Solidaritas Prancis-Jerman muncul dalam pertemuan tnigkat tinggi Uni Eropa di Bratislava.

Pemimpin Prancis dan Jerman mengatakan bahwa Uni Eropa telah menyepakati isu prioritas untuk menghidupkan kembali blok tersebut terlepas dari "situasi kritis" yang dimunculkan oleh pilihan Inggris keluar dari Uni Eropa atau Brexit.

Mereka menunjukkan kesatuan simbolis dengan mengadakan konferensi pers bersama setelah pertemuan tingkat tinggi di ibu kota Slowakia, Bratislava.

Pertemuan ini adalah pertemuan tingkat tinggi pertama 27 negara Uni Eropa - tanpa kehadiran Inggris.

  • <link type="page"><caption> Merkel dukung 'diskusi baik' dalam pembahasan Inggris keluar dari Uni Eropa</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/06/160626_dunia_merkel_brexit" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Partai antipendatang 'unggul' dari kubu Kanselir Merkel</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/09/160904_dunia_jerman_merkel" platform="highweb"/></link>

Kanselir Jerman Angela Merkel dan Presiden Prancis Francois Hollande mengatakan bahwa krisis pengungsi adalah isu utama.

"Kami tidak menghindari apapun," kata Hollande. "Kami memutuskan bahwa kami harus mengatasi isu migrasi ini secara bersama-sama, sambil tetap menghormati hak suaka."

Ketegangan soal pengungsi

Ada perpecahan mendalam tentang arus pengungsi - terutama pengungsi dari Suriah - karena Slowakia, Hungaria, Republik Cek dan Polandia menolak menerima kuota Uni Eropa untuk menerima pencari suaka.

Mereka berada di bawah tekanan untuk menerima kuota agar 160.000 pengungsi di kamp di Yunani dan Italia bisa direlokasi.

Kanselir Jerman Angela Merkel mengatakan bahwa Uni Eropa berada dalam "situasi kritis" pada pertemuan tingkat tinggi pemimpin negara-negara Uni Eropa.

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Kanselir Jerman Angela Merkel mengatakan bahwa Uni Eropa berada dalam "situasi kritis" pada pertemuan tingkat tinggi pemimpin negara-negara Uni Eropa.

"Kami berbicara secara kongkret tentang apa yang harus dilakukan untuk menangani isu seperti imigrasi," kata Merkel.

"Kami harus berkompromi. Kami sepakat bahwa Eropa berada di situasi kritis setelah Brexit tapi ada isu lain yang harus kami atasi bersama."

Pertemuan ini tidak membahas isu Brexit terlalu lama, karena Uni Eropa masih menunggu pemerintah Inggris mengaktifkan proses penarikan diri dari Uni Eropa.

Pemimpin Uni Eropa juga sepakat untuk meningkatkan upaya memperkuat pertahanan eksternal mereka, mengintegrasikan pertahanan Eropa, melawan terorisme dan mendorong pertumbuhan ekonomi.