Uni Eropa peringatkan Inggris soal pergerakan manusia

Jean-Claude Juncker dan Donald Tusk

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Jean-Claude Juncker dan Donald Tusk memberikan pesan tegas kepada Inggris setelah Brexit.

Para pemimpin Uni Eropa berjanji untuk tetap bersatu meskipun Inggris memilih keluar dari blok melalui referendum yang digelar pekan lalu yang dikenal dengan istilah Brexit, Britain Exit.

Dalam penutupan pertemuan pemimpin 27 negara anggota yang berlangsung di Brussels, Rabu (29/06), mereka menekankan bahwa Inggris harus menjunjung prinsip pergerakan warga negara anggota secara bebas jika Inggris menginginkan akses ke pasar tunggal Uni Eropa.

"Kesepakatan apa pun, yang akan dicapai dengan Inggris sebagai negara ketiga, harus dilandasasi keseimbangan antara hak dan kewajiban. Akses ke pasar tunggal memerlukan kesepakatan untuk melaksanakan empat kebebasan," demikian pernyataan bersama para pemimpin Eropa.

  • <link type="page"><caption> Pemimpin Uni Eropa akan bertemu tanpa Cameron setelah Brexit</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/06/160629_dunia_unieropa_brexit" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Dua lembaga pemeringkat turunkan peringkat utang Inggris</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/06/160627_dunia_inggris_peringkat_utang.shtml" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> David Cameron bertemu pemimpin Uni Eropa setelah referendum</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/06/160628_dunia_inggris_cameron" platform="highweb"/></link>

Empat kebebasan yang mendasari pasar internal Uni Eropa meliputi kebebasan pergerakan barang, pekerja, jasa dan keuangan.

Presiden Dewan Eropa, Donald Tusk, mengatakan Inggris tak bisa menempuh pendekatan a la carte atau memilih sesuai selera.

Kursi Inggris
Keterangan gambar, Untuk pertama kalinya selama 40 tahun terakhir, kursi pemimpin Inggris di Uni Eropa kosong.

Adapun Presiden Komisi Eropa, Jean-Claude Juncker, kembali mengatakan Uni Eropa tidak akan mengadakan perundingan dengan perwakilan Inggris tentang hubungan pasca-Brexit sampai Inggris secara resmi memberitahukan keinginan untuk keluar dengan membatalkan Pasal 50 Traktat Lisbon.

Ditambahkannya 'tak ada negosiasi tanpa pemberitahuan'.

Kanselir Jerman, Angela Merkel, juga menyerukan kepada Inggris untuk membatasi periode ketidakpastian menyusul hasil referendum yang memutuskan negara itu keluar dari Uni Eropa.

Pertemuan para pemimpin Uni Eropa kali ini tercatat sebagai pertemuan pertama Uni Eropa selama 40 tahun terakhir, yang tidak dihadiri oleh perdana menteri Inggris.

Perdana Menteri Inggris, David Cameron, telah menyatakan akan mengundurkan diri Oktober mendatang dan menyerahkan tugas negosiasi Brexit kepada penggantinya.