Pemimpin Uni Eropa akan bertemu tanpa Cameron setelah Brexit

Sumber gambar, Reuters
Pemimpin Uni Eropa memulai hari kedua pertemuan tingkat tingginya di Brussels - tapi tanpa Inggris, setelah pekan lalu mereka memutuskan untuk meninggalkan blok tersebut.
Pertemuan Selasa di Brussels adalah pertemuan tingkat tinggi Uni Eropa terakhir di Brussels bagi PM David Cameron setelah dia mengumumkan akan mengundurkan diri pada Oktober nanti.
Tanpa Cameron, 27 pemimpin lain berkumpul di ibu kota Belgia untuk membahas masa depan tanpa Inggris. Hal ini tidak pernah terjadi dalam 40 tahun terakhir.
Koresponden BBC di Brussels Chris Morris mengatakan akan ada seruan untuk kesatuan dan perubahan, dan janji-janji yang harus segera dilakukan karena referendum Inggris mengguncang Eropa sampai ke akarnya.
Pada Selasa, Cameron mengatakan bahwa negara-negara lain di Uni Eropa ingin mempunyai hubungan "terdekat yang paling mungkin" dengan Inggris setelah Brexit.
- <link type="page"><caption> Dampak berantai ekonomi Inggris keluar dari Eropa</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2016/06/160627_dunia_inggris_ekonomi.shtml" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Dua lembaga pemeringkat turunkan peringkat utang Inggris</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/06/160627_dunia_inggris_peringkat_utang.shtml" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> 'Pulang ke negaramu,' berbagai insiden rasis menyusul Brexit</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2016/06/160627_trensosial_insiden_brexit.shtml" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Inggris keluar dari Uni Eropa: Inilah sejumlah hal yang perlu Anda ketahui</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2016/06/160624_trensosial_brexit.shtml" platform="highweb"/></link>
Namun dia mengatakan bahwa imigrasi adalah "kekhawatiran besar" di kalangan pemilih Inggris dan menghubungkan ini dengan akses ke pasar tunggal Eropa akan menjadi "tantangan besar".
Di Brussels, politisi Jerman berkeras bahwa Inggris tak bisa 'memilih-milih' bagian dari Uni Eropa.
Merkel menegaskan bahwa Inggris harus menerima syarat pergerakan bebas manusia jika ingin mempertahankan akses mereka ke pasar tunggal.

"Kita semua menyesalkan hasil pemilihan dan jelas bahwa prosedur legal adalah Inggris wajib menerapkan Pasal 50," katanya.
"Cameron mengatakan dia akan menyerahkan hal itu ke pemerintahan baru. Kita semua sepakat bahwa sebelum titik itu, tidak bisa ada negosiasi formal ataupun informal."
Dia menambahkan, "Kita tidak melihat cara untuk membalikkan ini. Bukan saatnya berandai-andai, tapi mulai memikirkan realitas."
Presiden Komisi Eropa Jean-Claude Juncker mengatakan bahwa Inggris tak memiliki waktu "berbulan-bulan untuk berpikir" untuk menerapkan Pasal 50.
"Jika seseorang dari kubu Remain (tetap sebagai anggota Uno Eropa) yang menjadi Perdana Menteri, ini harus dilakukan dua minggu setelah penunjukannya. Jika PM Inggris berikutnya berasal dari kubu Leave, maka harus dilakukan sehari sesudah penunjukannya," katanya.
Cameron mengatakan pada wartawan bahwa pertemuan yang diikutinya, "tenang, konstruktif dan terarah".
Menurutnya ada "rasa hormat secara umum" pada keputusan Inggris untuk keluar meski juga ada "suasana sedih dan penyesalan".









