Apa dampak Brexit bagi kegiatan bisnis di Hong Kong?

Hong Kong

Sumber gambar, Getty

Keterangan gambar, Para profesional dan ekspatriat di Hong Kong tidak satu suara soal dampak Brexit bagi pusat bisnis ini.

Keputusan Inggris untuk keluar dari Uni Eropa (UE) dan berbagai dampak yang menyertainya ramai di bahas di berbagai pusat kegiatan bisnis, termasuk Hong Kong.

Para pebisnis dan profesional yang bekerja di sini secara khusus membahas: apa kira-kira dampak signifikan keluarnya Inggris dari UE, yang biasa juga disebut 'Britain exit' atau 'Brexit'.

Apakah Brexit menyebabkan Hong Kong terpuruk karena kegiatan bisnis akan pindah ke kota-kota lain, atau malah menjadi lebih bergairah?

Kecemasan langsung terasa dengan melemahnya nilai saham di Hong Kong hingga 5,8% begitu hasil referendum di Inggris diketahui indeks sebelum naik lagi.

Namun pada sesi penutupan, tetap saja indeks terdampak dengan mengalami penurunan sebesar 2,9%.

  • <link type="page"><caption> Bekerja di Nigeria, terbang ke AS tiap pekan untuk berkuliah</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/vert_cap/2016/06/160611_vert_cap_kuliah_mba.shtml" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Apa yang harus dipakai ketika mengikuti wawancara kerja?</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/vert_cap/2016/06/160612_vert_cap_pakaian.shtml" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Seperti apa rasanya melakukan perjalanan bisnis 560.000 km per tahun?</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/vert_cap/2016/06/160611_vert_cap_perjalanan.shtml" platform="highweb"/></link>

Bagi William Barkshire, direktur perusahaan konsultansi Agora Partners, Brexit tidak berdampak besar terhadap Hong Kong, karena secara "geografis terlalu jauh".

Namun dalam jangka panjang, ia justru melihat ada potensi dampak positif. Hong Kong akan dinilai lebih atraktif dibandingkan Shanghai misalnya, bagi perusahaan-perusahaan yang ingin masuk bursa.

Sudah ada rencana untuk menghubungkan bursa London dengan Shanghai, yang akan dimulai pada September, dan mundurnya Inggris dari Uni Eropa bisa jadi akan membuat perusahaan dan investor menghindari Shanghai dan memilih Hong Kong.

Perundingan dengan Cina

Ia juga memperkirakan ada kemungkinan perusahaan-perusahaan Rusia yang tercatat di bursa London akan pindah ke bursa Hong Kong.

Matthew Maxwell, direktur di ANZ Bank, juga meyakini Brexit berdampak positif baik bagi London maupun Hong Kong.

Ia mengatakan Brexit memberi kesempatan bagi Inggris untuk merundingkan lebih banyak perjanjian perdagangan secara langsung dengan Cina.

Hong Kong

Sumber gambar, Getty

Keterangan gambar, Profesional dan ekspatriat di Hong Kong menyaksikan siaran langsung hasil referendum keanggotaan Inggris di Uni Eropa.

Dan jika keadaannya memang seperti ini nantinya, Hong Kong akan diuntungkan karena banyaknya pakar di bidang finansial dan hukum yang bisa membantu memuluskan perundingan Inggris-Cina.

Tapi tentu saja tak semua melihat Brexit akan berdampak positif bagi Hong Kong.

Madeleine Price, ‎kepala bagian sumber daya manusia grup perbankan dan layanan finansial BNY Mellon, mengatakan kerja sama antara Shanghai dan London bisa merugikan Hong Kong.

Eksodus dari London?

"Shanghai makin kuat dan makin kompetitif ... London bisa saja akan langsung ke Shanghai," kata Price seraya menambahkan Hong Kong perlu mengkaji ulang posisinya di peta pusat bisnis dan keuangan dunia.

Soal hubungan London-Hong Kong pasca-Brexit, ekspatriat asal Inggris di Hong Kong meyakini tidak akan ada eksodus dari perusahaan-perusahaan yang berkantor pusat di London.

"Hong Kong dan Inggris memiliki sistem hukum yang sama. Ada bahasa yang sama dalam aspek hukum ini. Saya tak melihat kantor pusat akan pindah dari London," kata Barkshire.

Charles Searle, direktur MIH Internet Listed Assets sependapat dengan mengatakan jika pengaturan tentang perdagangan bebas tak berubah, maka kantor pusat mestinya tidak akan dipindahkan dari London.

"Inggris punya keunggulan sumber daya yang luar biasa di sektor hukum dan perbankan. Kepastian hukum di negara ini juga sudah teruji selama beberapa abad," kata Searle.

<italic>Versi bahasa Inggris artikel ini</italic>: <italic><link type="page"><caption> The 'Brexpat' dilemma in Hong Kong</caption><url href="http://www.bbc.com/capital/story/20160624-the-brexpat-dilemma-in-hong-kong" platform="highweb"/></link></italic>, <italic>dan tulisan-tulisan lain sejenis bisa Anda baca di <link type="page"><caption> BBC Capital</caption><url href="http://www.bbc.com/capital" platform="highweb"/></link></italic>.