Apa yang tak pantas dipakai saat wawancara kerja?

Sandal

Sumber gambar, Thinkstock

Keterangan gambar, Sandal jelas bukan pilihan tepat untuk dipakai saat melamar pekerjaan.

Sandal Adidas dengan bagian jari kaki terbuka dipakai dengan kaus kaki, celana khaki pendek, layaknya celana capri, dan kemeja motif kotak ketat dengan kancing terbuka sehingga rambut dada terlihat.

Tentu itu menjadi sebuah ‘pemandangan’ dan Reed Ellis, spesialis karyawan di perusahaan perekrutan Professional Staffing Group, ingat betul akan calon karyawan tersebut.

Jabat tangan dan kemampuan komunikasinya bagus, demikian juga dengan kontak matanya. Namun persoalannya adalah pakaiannya.

“Kesan pertama adalah segalanya tetapi hal itu tidak menjamin interview berhasil,” kata Ellis. “Apa yang kita pakai juga penting.”

  • <link type="page"><caption> Melamar pekerjaan memerlukan kiat-kiat jitu</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/vert_cap/2015/11/151116_vert_cap_lowongan" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Dapatkan pekerjaan baru melalui 140 karakter</caption><url href="Dapatkan pekerjaan baru melalui 140 karakter" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Wawancara pekerjaan yang aneh</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/vert_cap/2015/07/150630_vert_cap_wawancara" platform="highweb"/></link>

Wawancara pekerjaan yang ditakutkan membuat orang menggigil bahkan bagi orang yang punya percaya diri tinggi sekali pun.

Tetapi yang lebih buruk, dilema yang terkait masalah itu: baju seperti apa yang dipakai, dan yang lebih penting apa yang tidak seharusnya dipakai.

Pakaian kerja

Sumber gambar, Thinkstock

Keterangan gambar, Pakaian kerja sekarang tidak terpaku pada stelan jas, tetapi jeans sudah biasa dipakai.

Memilih pakaian sempurna untuk wawancara sebelumnya tergolong mudah: stelan jas konservatif berwarna gelap hampir memadai.

Namun dalam landskap korporasi di dunia sekarang, peraturan sudah berubah.

Celana jeans dan kaus sering menjadi pakaian normal bagi karyawan dan bagi sebagian CEO. CEO Facebook, Mark Zuckerberg selalu mengenakan kaus berwarna abu-abu (ia membeli dalam jumlah besar) untuk pergi kerja setiap hari.

Bahkan di perusahaan-perusahaan yang terdaftar di FTSE 100 atau Fortune 500, pelamar yang datang dengan mengenakan jas dan sepatu boots dapat menimbulkan kesan salah tentang pelamar yang ideal.

Jadi apa yang seharusnya dilakukan oleh pencari kerja yang kebingungan. Kami bertanya kepada lima ahli interview tentang busana yang relevan.

Pakaian kerja

Sumber gambar, Thinkstock

Keterangan gambar, Di sejumlah perusahaan, kaus lazim dikenakan para karyawan.

Steve Brown, direktur perusahaan perekrutan IT global yang berkantor di London, Empiric

Lakukan riset. Jika kita menggunakan jasa perusahaan perekrutan, seseorang di sana mestinya membantu kita tentang pendekatan terbaik di perusahaan yang dituju.

Jika tidak, bertanyalah kepada orang-orang lain. Apakah Anda kenal orang yang bekerja di sana yang dapat memberikan informasi?

Atau, Brown memberikan saran, menelepon dan bertanya kepada orang akan melakukan wawancara atau manajer perekrutan jauh sebelum interview itu sendiri.

“Kita tidak akan dirugikan karena bersikap peka dan siap,” katanya.

John Lees, Exeter, penulis How to Get a Job You Love, berkantor di London

Citra seperti apa yang ingin kita tampilkan? Tidaklah cukup untuk bertanya kepada diri sendiri, ‘Apakah saya berpenampilan bagus?’ Kita ingin berusaha menampilkan diri seolah-olah kita sudah bekerja di sana tetapi kita masih memperhatikan penampilan kita, jelas Lees.

“Ini berarti kita memakai baju yang sedikit lebih keren dibandingkan pakaian-pakaian yang dikenakan di tempat kerja,” katanya.

Dan untuk menghindari rasa tak nyaman, pastikan baju dan sepatu kita pas jauh hari.

“Ketika kita tiba, tinggalkan jaket dan tas di bagian penerima tamu. Kita cukup membawa map tipis berisi dokumen-dokumen yang diperlukan, dan kita akan tampil layaknya seorang karyawan bukan pengunjung.”

Pakaian kerja

Sumber gambar, Thinkstock

Keterangan gambar, Seorang konsultan menyarankan pelamar menelepon perusahaan tentang kebiasaan berpakaian di sana.

Gwendolen Andre, manajer grup, Professional Staffing Group di Boston

Salah satu perekrut terbesar klien PSG adalah sebuah perusahaan teknologi di mana setiap orang berpakaian kasual: mulai dari legging dan sweter hingga jeans dan kaus.

“Tidak ada etika berpakaian, yang bisa menyulitkan bagi orang yang menemui mereka untuk pertama kalinya,” papar Andre. Dalam kasus kliennya -dan kasus-kasus seperti itu- ia menyarankan agar pelamar mengenakan baju keren bisnis-kasual untuk interview.

Ia menyarankan jaket atau sweter baik untuk laki-laki maupun perempuan. Jika tidak untuk membidik jabatan eksekutif, jas tersebut tidak harus berupa stelan penuh. Tentu, selalu ada “kesempatan untuk bermain dengan asesori, seperti kalung cetar atau dasi kupu-kupu,” tambahnya.

Gabrielle Rossi, koordinator desain, Whole Foods Market, berkantor di Northern California

Jangan berpikir memakai denim.

Di kantor Rossi, etika berpakiannya adalah sederhana. Jika seseorang berpakaian necis, orang-orang mulai bertanya apakah kita akan mengikuti wawancara untuk mencari pekerjaan.

Namun demikian, Rossi masih mengharapkan para pelamar tidak memakai sepatu olahraga, jeans, dan tentu saja tidak memakai celana pendek.

Baju Mark Zuckerberg

Sumber gambar, Mark Zuckerberg Facebook

Keterangan gambar, CEO Facebook, Mark Zuckerberg selalu mengenakan kaus berwarna sama.

Setelah mewawancarai setidaknya 20 orang tahun lalu, ia telah menyaksikan semuanya.

Salah langkah terbesar yang disaksikannya: jeanss, permen karet, dada terlalu terbuka, perhiasaan berlebihan, tanpa singlet di bawah kemeja putih, dan baju-baju yang terlalu ketat.

Pendekatan termudah adalah: “Saya selalu berpikir: ‘Jika saya keluar untuk makan malam, apa yang akan saya kenakan?’” katanya.

Jennifer Medeiros, manajer perekrutan talenta di perusahaan Rodan + Fields di San Francisco

Berusahalah dengan keras.

Sejumlah departemen di perusahaan Medeiros sangat relaks ketika berurusan dengan pakaian kerja, dan orang datang ke interview dengan mengenakan jeans dan masih diterima, katanya.

Namun tidak berarti ia menyarankannya. Dan ia lebih suka jika orang berpakaian berlebihan dibandingkan tak memadai.

“Saya melihat orang-orang datang dengan mengenakan jas dan dasi ke interview, dan jujur saja cara berpakaian ini meninggalkan kesan kuat dengan tim bahwa orang seperti itu siap melakukan usaha ekstra,” katanya.

“Ini tak pernah meninggalka dampak negatif. Saya tak akan mencegah seseorang yang ingin berpakaian lebih formal untuk wawancara. Justru sebaliknya, saya akan mengecilkan keinginan untuk mengenakan pakaian lebih kasual karena selalu akan ada ruang terjadinya salah atau kesalahan di sana.”

Jika Anda ingin membaca tulisan ini dalam bahasa Inggris <link type="page"><caption> What not to wear to a big job interview</caption><url href="http://www.bbc.com/capital/story/20160520-what-not-to-wear-to-a-big-job-interview" platform="highweb"/></link> dan artikel-artikel lain silakan klik <link type="page"><caption> BBC Capital</caption><url href="http://www.bbc.com/capital" platform="highweb"/></link><italic>.</italic>