Prancis dakwa seorang perempuan terkait teror yang gagal

Sumber gambar, AFP
Jaksa Perancis telah mendakwa seorang perempuan yang diduga terkait "jaringan teroris perempuan muda" dalam rencana aksi serangan teror di dekat katedral Notre Dame, Paris.
Ornella G, yang berusia 29 tahun, didakwa dengan tuduhan terlibat dalam aksi teroris dan percobaan pembunuhan.
Tiga perempuan lainnya masih diinterogasi oleh polisi, setelah sebuah mobil membawa kemasan tabung gas ditemukan di dekat katedral Notre Dame, Minggu lalu.
Mereka diduga telah merencanakan aksi serangan "dengan kekerasan dan dalam waktu dekat".
- <link type="page"><caption> Keamanan Prancis ditingkatkan di hari pertama sekolah</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/09/160901_dunia_prancis_sekolah" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Solidaritas pada pastor yang terbunuh, umat Islam Prancis ikuti misa Katolik</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/08/160801_dunia_misa_solidaritas_muslim" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Serangan gereja: Presiden Hollande temui pemimpin agama</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/07/160727_dunia_prancis_gereja_agama" platform="highweb"/></link>
Kepala Kejaksaan Prancis, Francois Molins mengatakan pada Jumat bahwa sidik jari Ornella G ditemukan di dalam mobil.
Menurut dinas intelijen Prancis, dia diketahui akan berangkat ke Suriah.
Dia ditahan di wilayah selatan Prancis pada Selasa lalu dengan teman prianya, yang telah dibebaskan.
Polisi sejauh ini masih memeriksa tiga perempuan lainnya yang ditangkap dengan seorang pria pada Kamis lalu. Polisi mengatakan mereka diduga terkait kelompok yang menyebut dirinya Negara Islam atau ISIS.
Jati diri tiga perempuan
Salah seorang diantaranya, yang diidentifikasi sebagai Sarah H, berusia 23 tahun, diduga terlibat dengan dua orang jihadis Prancis yang diduga terlibat serangan tahun ini.
Perempuan lainnya, yang diidentifikasi sebagai Ines Madani, berusia 19 tahun, dilaporkan telah menyatakan kesetiaannya kepada Negara Islam dalam sebuah suratnya.

Sumber gambar, Reuters
Menurut Molins, dia telah mencoba beberapa kali untuk melakukan perjalanan ke Suriah.
Perempuan ketiga diidentifikasi sebagai Amel S, 39 tahun. Anaknya yang berusia 15 tahun, yang teradikalasi, juga ditahan, kata jaksa.
Para perempuan ini sudah lama diawasi, tetapi penemuan mobil dengan paket gas di dalamnya di dekat katedral Notre Dame, telah mempercepat penangkapan mereka, kata Menteri dalam negeri Prancis, Bernard Cazeneuve.
Sementara, Jaksa Molins mengatakan rencana serangan yang berhasil digagalkan telah membongkar ''jaringan teroris para perempuan muda'' yang diduga terkait kelompok yang menamakan diri Negara Islam atau ISIS.










