Dinas intelijen Prancis didesak terapkan reformasi

prancis

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Serangan bulan Januari dan November yang menewaskan 147 orang.

Dinas intelijen Prancis seharusnya dibongkar setelah terjadinya serangkaian serangan teror di Paris, demikian usulan komisi parlemen negara itu.

Sejumlah badan seharusnya digabungkan menjadi satu lembaga, tambah komisi itu.

  • <link type="page"><caption> Prancis akui potensi serangan teror selama Piala Eropa</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/06/160605_dunia_prancis_teror" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Amerika: Piala Eropa 2016 bisa jadi sasaran teror</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/06/160531_dunia_eropa_terorisme" platform="highweb"/></link>

Presiden komisi, Georges Fenech, mengusulkan dibentuknya badan yang mirip dengan badan penanggulangan terorisme, National Counter-Terrorism Centre, di Amerika Serikat.

Serangan bulan Januari dan November yang menewaskan 147 orang, memicu kecaman terkait reaksi badan intelijen.

"Menghadapi ancaman terorisme internasional, kami perlu lebih ambisius ... terkait dengan intelijen," kata Fenech.

Komisi ini juga mengecam pemerintah Belgia karena lamban dalam menghentikan tokoh buron, Salah Abdeslam, yang terlibat dalam serangan November lalu sebelum melarikan diri ke Belgia.

Dia akhirnya ditangkap di Brussels pada bulan Maret tahun ini.