Penghentian aksi militer Rusia tiga jam sehari di Aleppo

Aleppo

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Perang sengit terus berkecamuk di Aleppo antara pemberontak dan pemerintah, yang mendapat dukungan Rusia.

Kementrian Pertahanan Rusia mengatakan pasukannya di Suriah akan menghentikan semua aksi militer di Aleppo selama tiga jam setiap harinya untuk memungkinkan masuknya bantuan kemanusiaan.

Penghentian itu mulai dilakukan pada Kamis 11 Agustus.

Perang sengit masih terus berkecamuk antara kelompok pemberontak dan pasukan pemerintah Suriah, yang didukung oleh Rusia.

  • <link type="page"><caption> Pemotongan pasok air dan listrik ancam pengungsi Aleppo</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/08/160808_dunia_serangan_udara_aleppo" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Pesawat jet militer Suriah gempur pemberontak di Aleppo</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/08/160808_dunia_serangan_udara_aleppo" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Pemberontak 'menembus blokade pemerintah' di Aleppo</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/08/160807_dunia_suriah_pemberontak_aleppo" platform="highweb"/></link>

Namun pejabat bantuan kemanusiaan PBB, Stephen O'Brien, mengatakan untuk menyalurkan pasokan bantuan yang cukup maka diperlukan gencatan senjata selama 48 jam.

Aleppo

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Sekitar 250.000 diperkirakan terperangkap di bagian timur Aleppo.

"Untuk memenuhi kapasitas yang dibutuhkan maka diperlukan dua jalur jalan dan Anda membutuhkan sekitar 48 jam untuk truk-truk yang cukup bisa masuk," jelasnya.

Sekitar 250.000 orang diperkirakan terperangkap di kawasan sebelah timur Aleppo yang dikuasai kelompok pemberontak sejak pasukan pemerintah menutup rute utama ke kawasan itu awal Julil.

Para dokter di kawasan timur Aleppo sudah menulis surat kepada Presiden Barack Obama meminta agar dibuka akses permanen untuk membantu seperempat juta orang yang mereka sebut terancam kelaparan.

Hari Minggu (07/08) kelompok pemberontak -yang belakangan mendapat serangan besar dari udara- menutup akses utama pemerintah ke kawasan Aleppo barat.