Mayoritas warga Thailand mendukung konstitusi baru

Sumber gambar, Getty
Mayoritas warga Thailand mendukung rancangan konstitusi yang disusun sebuah komite yang ditunjuk oleh pemerintahan militer.
Perhitungan suara sementara atas referendum Minggu 7 Agustus memperlihatkan sejauh ini 61,45% pemilih mendukung konstitusi baru.
Militer memutuskan untuk mengubah konstitusi setelah merebut kekuarasan pada tahun 2014, menyusul ketidakstabilan politik dan kekerasan sporadis selama beberapa bulan.
- <link type="page"><caption> Thailand melakukan pemungutan suara untuk memilih undang-undang baru</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/08/160807_dunia_pemilu_thailand" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Menulis 'ya' di Facebook, ibu aktivis Thailand diadili</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/08/160801_dunia_thailand_ibu.shtml" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Pegiat Thailand didakwa atas penerbitan laporan 'penyiksaan militer'</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/07/160726_dunia_thailand_pegiat_didakwa.shtml" platform="highweb"/></link>

Sumber gambar, EPA
Para pendukung konstitusi mengatakan rancangan baru akan memulihkan kestabilan namun pengkritiknya mengatakan konstitusi baru akan memperkuat kekuasaan militer.

Sumber gambar, Reuters
Pemilih juga mendukung poin kedua dalam referendum yang mengusulkan agar senat yang ditunjuk terlibat dalam pemilihan perdana menteri.
Sekitar 200.000 polisi dikerahkan untuk mengamankan referendum yang berlangsung dengan partisipasi pemilih yang rendah.

Sumber gambar, Reuters
Dilaporkan terjadi aksi unjuk rasa di beberapa tempat sementara kelompok pengawas pemilih independen tidak mendapat akreditasi dari komisi pemilihan umum untuk melakukan pengamatan atas pemberian suara.
Wartawan BBC di Bangkok, Jonathan Head, melaporkan setelah pelaksanaan referendum ini pemerintah militer merencanakan untuk menggelar pemilihan umum pada akhir tahun depan.









