Serangan Nice: Lima orang didakwa melakukan tindakan terorisme

Sumber gambar, AP
Kejaksaan Prancis telah mendakwa lima orang melakukan tindakan terorisme karena membantu pelaku serangan truk di kota Nice yang menewaskan lebih dari 80 orang.
Empat pria dan seorang perempuan, berusia 22 hingga 40 tahun, dituduh membantu pengemudi truk Mohamed Lahouaiej-Bouhlel untuk mempersiapkan serangan teror.
Salah-seorang tersangka kembali ke lokasi sehari setelah serangan untuk membuat dokumentasi film, kata jaksa penuntut Francois Molins.
- <paragraph> <link type="page"><caption> Foto 'menyayat hati' di balik serangan Nice</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/07/160716_dunia_nice_gambar_menyentuh" platform="highweb"/></link></paragraph>
- <paragraph> <link type="page"><caption> Dua orang ditahan terkait serangan Nice</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/07/160717_dunia_nice_tahan_duaorang" platform="highweb"/></link></paragraph>
- <link type="page"><caption> Serangan Nice: Empat orang ditahan</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/07/160716_dunia_nice_empatditangkap" platform="highweb"/></link>
Pelaku Lahouaiej-Bouhle menabrakkan truknya terhadap kerumunan orang pada hari nasional Bastille Day, yang menewaskan 84 orang.
Dia menerima dukungan logistik untuk kepentingan serangan tersebut dari lima orang tersangka, kata Molins, dan telah merencanakan serangan selama beberapa bulan.
Tiga tersangka, yang diketahui warga Prancis keturunan Tunisia, Ramzi A dan Mohamade Oualid, dan seorang warga Tunisia, Chokri C, yang didakwa membantu "serangan yang terkait kelompok terorisme."
Warga Albania
Seorang pria Albania, Artan, dan seorang perempuan warga Prancis keturunan Albania, Enkeldja, yang diduga menyediakan senjata api untuk Lahouaiej-Bouhlel, didakwa "melanggar aturan penggunaan senjata api untuk membantu kelompok teroris".
Lima orang terdakwa diputuskan untuk ditahan, kata jaksa Molins.

Sumber gambar, Reuters
Seperti sosok Lahouaiej-Bouhlel, tidak satu pun dari mereka yang dikenali oleh dinas intelijen Perancis sebelum adanya serangan, walau Ramzi A diyakini sebelumnya terkait masalah obat-obatan dan kejahatan berskala kecil, kata Molins.
Menurut Molins, Lahouaiej-Bouhlel telah melakukan persiapan serangan sejak 2015. Hal ini terbukti dari foto-foto serta hubungan telepon yang dilakukan pelaku sebelum serangan dilakukan.
Kelompok yang menamakan diri Negara Islam atau dulu disebut ISIS mengklaim Lahouaiej-Bouhlel adalah salah satu "tentaranya" .









