Prancis perpanjang keadaan darurat enam bulan

Sumber gambar, Getty
Majelis Nasional Prancis sudah memutuskan untuk memperpanjang keadaan darurat di negara tersebut selama enam bulan ke depan.
Keputusan tersebut diambil setelah serangan truk di Nice minggu lalu yang merenggut korban jiwa 84 orang dan melukai sejumlah besar lainnya.
Kondisi darurat mulai diberlakukan setelah serangan teror di Paris pada November tahun lalu yang menewaskan 130 orang.
- <link type="page"><caption> Serangan Nice dikecam keras di seluruh dunia</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/07/160715_dunia_nice_reaksi" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Serangan truk di Nice dalam foto</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/multimedia/2016/07/160715_galeri_nice_serangan" platform="highweb"/></link>
Perdana Menteri Manual Valls mengatakan Prancis perlu mengantisipasi terjadinya kembali serangan mematikan meskipun ada tindakan pencegahan dari pemerintah.

Sumber gambar, Reuters
Dalam pidatonya di Majelis Nasional, Valls mengatakan Prancis perlu belajar untuk hidup dengan ancaman. "Walaupun kata-kata ini sangat susah diungkapkan, tapi ini adalah tugas saya," ujarnya.
"Akan ada serangan lagi dan akan ada orang-orang tidak bersalah lagi yang terbunuh. Namun kita tidak perlu merasa terbiasa, kita jangan menjadi terbiasa dengan perasaan takut, tapi kita harus belajar untuk hidup dengan teror."
Perpanjangan kondisi darurat ini disetujui Rabu pagi (20/07) dan diberlakukan sampai akhir Januari 2017. Ini merupakan perpanjangan keempat yang diajukan oleh parlemen Prancis dan keputusan ini harus disetujui oleh Senat.
Sebelum kasus serangan di Nice terjadi, Presiden Francois Hollande mengatakan tidak berencana untuk memperpanjang kondisi darurat yang berakhir pada 26 Juli.









