Serangan truk di Nice terjadi setelah seruan ISIS

nice

Sumber gambar, EPA

Keterangan gambar, Pengawal Istana kepresidenan Elysee menaikkan bendera Prancis setengah tiang menandai tiga hari berkabung.

Ini bukan pertama kalinya dalam beberapa tahun terakhir seseorang secara sengaja mengemudikan kendaraan ke pejalan kaki di jalanan Prancis.

Pada tahun 2014, terjadi dua serangan sejenis di kota Dijon dan Nantes.

  • <link type="page"><caption> Prancis berkabung menyusul serangan Nice</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/laporan_khusus/lapsus_serangan_nice" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Serangan truk di Nice dalam foto</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/multimedia/2016/07/160715_galeri_nice_serangan" platform="highweb"/></link>

Tetapi skala, kecepatan dan korban meninggal serangan di Nice memang belum pernah terjadi sebelumnya.

Dan hal ini terjadi setelah sebelumnya juru bicara kelompok yang menamakan diri Negara Islam atau ISIS, Abu Muhammad Al-Adnani, mendorong pada pendukungnya untuk melakukan aksi persis yang dikerjakan pengemudi truk.

Dorongan ini dan desakan lain agar dilakukan serangan di Eropa, sebagian faktornya adalah kekalahan besar ISIS dalam bentuk berkurangnya wilayah kekuasaan di Suriah dan Irak.

Serangan udara pimpinan Amerika Serikat, termasuk yang dilakukan oleh pesawat perang Prancis, menyebabkan jatuhnya korban besar di Suriah dan Irak.

Di dalam negeri, Prancis adalah sasaran nomor satu ISIS dan pendukungnya.

Keadaan darurat nasional yang baru saja diperpanjang selama tiga bulan lagi, sepertinya tidak mempengaruhi aksi mereka.