Sejumlah saksi mata beberkan serangan teror di Nice

Sumber gambar, AP
Sebuah truk ditabrakkan ke kerumunan orang saat perayaan Hari Bastille di kota Nice, Prancis, menewaskan paling tidak 84 orang dan melukai 18 lainnya.
Para saksi mata menceritakan adanya teror dan kepanikan ketika tragedi terjadi, serta saat polisi berhasil menghentikan dan membunuh pengemudi truk.
- <link type="page"><caption> Prancis berkabung menyusul serangan Nice</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/laporan_khusus/lapsus_serangan_nice" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Korban serangan truk Nice perlu bantuan darah</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/07/160715_dunia_nice_darah" platform="highweb"/></link>
Nader El Shafei, seorang warga Mesir, mengatakan kepada BBC bahwa dirinya melihat wajah penyerang selama satu menit sebelum menyaksikan tembak-menembak.
"Kami berpikir pada mulanya ini hanya sebuah kecelakaan," katanya, "tetapi kemudian saya melihatnya mengeluarkan senapan dan berusaha menembak sekelompok polisi yang mengejarnya."
"Saya melihatnya selama sekitar satu menit, secara langsung, tetapi dia tidak melihat ke arah saya. Dia menoleh keluar jendela, kelihatannya sangat gelisah."
"Saya terus meneriakinya, melambaikan tangan, berusaha memberitahu ada banyak orang meninggal di bawah truknya. Tetapi dia tidak memperhatikan siapa pun di luar truk."
"Polisi langsung membunuhnya, mereka tidak berusaha berunding, mereka menembaknya."

Sumber gambar, AP
Eric Ciotti, anggota parlemen setempat mengatakan kepada radio Europe 1 bahwa dia melihat seseorang meloncat ke truk, berusaha menghentikannya. "Saat itulah polisi dapat mengendalikan teroris ini. Saya tidak bisa melupakan wajah polisi perempuan yang menghentikan pembunuh," katanya. Dia juga mengatakan sejumlah orang meloncat ke laut untuk melarikan diri.
Warga Amerika, Julie Holland, sedang berlibur di Nice dengan dua anak perempuannya. Dia mengatakan kepada media Guardian bahwa dirinya melihat truk dijalankan kencang ke arah kerumunan orang.
"Kami mendengar teriakan dan orang mulai melarikan diri ke rumah makan," katanya. "Kami bersembunyi di dapur, di belakang kompor."
"Begitu tembak menembak berakhir, kami keluar dari pintu belakang ke sebuah hotel. Seorang polisi akhirnya membawa kami kembali ke hotel pada sekitar 03.00. Jenazah di mana-mana. Anak perempuan saya melihat sejumlah jenazah. Banyak jenazah."

Sumber gambar, AP









