Empat orang ditahan terkait serangan Nice

Sumber gambar, Reuters
Empat orang ditahan karena diyakini terkait dengan tersangka pelaku penyerangan di kota Nice, Prancis, yang telah menewaskan 84 orang, demikian laporan media Prancis.
Salah-seorang di antaranya ditahan pada Jumat (15/07) dan tiga lainnya ditahan pada Sabtu (16/07) pagi, seperti dilaporkan kantor berita AFP.
Supir truk yang menyebabkan kematian 84 orang dan mencederai ratusan lainnya dalam serangan di Kota Nice, Prancis, bernama Mohamed Lahouaiej-Bouhlel.
Pria berusia 31 tahun asal Tunisia ini telah ditembak mati oleh polisi Prancis.
Kelompok militan yang menamakan diri Negara Islam atau disebut ISIS mengklaim bahwa serangan truk itu dilakukan oleh salah seorang pengikutnya.

Sumber gambar, Reuters
Secara keseluruhan, aksi pria tersebut menewaskan 84 orang, 10 di antara mereka anak-anak. Selain itu, sebanyak 202 orang cedera, 52 dalam kondisi kritis.
- <link type="page"><caption> Aparat ungkap identitas supir truk dalam serangan di Nice</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/07/160716_dunia_prancis_identitas_tersangka_nice" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Siapa pelaku serangan Nice?</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/07/160715_dunia_nice_penyerang" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Korban serangan truk di Nice berasal dari banyak negara</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/07/160715_dunia_nice_korban" platform="highweb"/></link>
Presiden Prancis Francois Hollande, yang menyatakan serangan di kota Nice adalah tindakan teroris, telah memutuskan untuk memperpanjang status darurat selama tiga bulan, beberapa jam usai insiden truk yang menghantam kerumunan orang di Kota Nice.
Pernah dihukum
Prancis telah berada dalam status darurat menyusul serangan di Paris, November 2015 lalu, yang menewaskan 130 orang dan melukai ratusan lainnya.
Berbekal status darurat, Hollande mengatakan bakal mengerahkan 10.000 serdadu militer untuk membantu aparat keamanan non-militer di perbatasan Prancis.
Pelaku serangan, Lahouaiej-Bouhlel, merupakan seorang supir dan kurir barang. Dia memiliki tiga anak dan sudah bercerai dari istrinya, yang setelah kejadian di Nice dibawa ke kantor polisi.

Sumber gambar, EPA
Akan tetapi, Lahouaiej-Bouhlel “sama sekali tidak dikenali badan intelijen…dan tidak pernah ada tanda-tanda radikalisasi,” kata Jaksa Agung Prancis, Francois Molin.
Aparat keamanan Tunisia mengatakan Lahouaiej-Bouhlel berasal dari Kota Msaken. Dia kerap mengunjungi Tunisia, terakhir kalinya delapan bulan lalu.
Menurut Menteri Kehakiman Prancis, Jean-Jacques Urvoas, Lahouaiej-Bouhlel pernah diberikan hukuman awal tahun ini karena terlibat pertengkaran dengan sesama supir.
Itulah satu-satunya pelanggarannya sebelum beraksi di Kota Nice.









