Turki menskors sekitar 8.000 aparat polisi

Sumber gambar, EPA
Pihak berwenang Turki mengatakan sekitar 8.000 aparat polisi diberhentikan sementara karena diduga memiliki kaitan dengan upaya kudeta yang gagal akhir pekan lalu.
Langkah ini menyusul penahanan sekitar 6.000 aparat kehakiman dan militer, termasuk para jenderal.
Media pemerintah melaporkan, Senin18 Juli, bahwa lebih dari 100 jenderal dan laksamana ditahan dalam penggerebekan di sejumlah tempat di negara itu.
- <link type="page"><caption> Erdogan menangis di pemakaman korban percobaan kudeta</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/07/160717_dunia_turki_erdogan" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Turki lakukan 'pembersihan' besar-besaran di jajaran militer dan kehakiman</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/07/160717_dunia_turki_penggerebekan.shtml" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Kesaksian WNI yang terjebak di Istanbul saat berlangsung upaya kudeta</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2016/07/160716_indonesia_wni_turki_bandara.shtml" platform="highweb"/></link>
Menteri Luar Negeri Amerikat Serikat, John Kerry, menanggapi 'pembersihan oleh pemerintah Turki' dengan mengingatkan pentingnya pemerintahan demokratis.

Sumber gambar, Getty
Hal tersebut disampaikannya di Brussels di sela-sela pertemuan dengan para menteri luar negeri Uni Eropa.
"Kami jelas akan mendukung langkah membawa para pelaku kudeta ke pengadilan namun kami juga memperingatkan jangkauan yang ke luar dari situ."
Pemerintah Turki menuduh ulama Fethullah Gulen yang tinggal di Amerika Serikat yang berada di belakang upaya kudeta tersebut, namun dia sudah membantah keterlibatannya.

Sumber gambar, Reuters
Sebaliknya Gulen malah mengatakan terbuka kemungkinan kudeta malah didalangi sendiri oleh Presiden Recep Tayyip Erdoğan
Delapan perwira militer yang terbang ke Yunani dengan menggunakan helikopter sudah dihadirkan di pengadilan di kota Alexandropouli, di dekat perbatasan Yunani-Turki. Namun sidang dengan dakwaan memasuki Yunani secara gelap ditunda hingga Kamis, 21 Juli.
Turki sudah meminta ekstradisi mereka, yang mengajukan permohonan suaka di Yunani.
Presiden Erdogan, dalam pidato di hadapan warga Turki, Minggu (17/07), mengatakan akan mempertimbangkan penerapan kembali hukuman mati, yang dihapuskan tahun 2004 lalu sebagai bagian dari upaya Turki untuk bergabung dengan Uni Eropa.









