Ribuan tentara Turki ditahan, delapan orang meminta suaka ke Yunani

Sumber gambar, Getty
Sebuah helikopter militer Turki dilaporkan telah mendarat di utara Yunani dengan ditumpangi delapan orang yang meminta suaka politik.
Belum diketahui identitas orang-orang tersebut, tetapi mereka adalah pendukung upaya kudeta yang berhasil digagalkan oleh pemerintahan Presiden Recep Tayyip Erdogan.

Sumber gambar, Getty
Helikopter ini dilaporkan mendarat di Kota Alexandroupolis di wilayah utara Yunani. Pemerintah Turki meminta agar para peminta suaka itu diserahkan ke Turki.
- <link type="page"><caption> Upaya kudeta militer di Turki yang gagal dalam foto</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/07/160716_dunia_galerifoto_turki" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Kudeta gagal, Presiden Erdogan bersihkan tubuh militer</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/07/160715_live_turki_militer" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Presiden Erdogan kuasai keadaan, pasukan pro kudeta ditahan</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/07/160716_dunia_updateterbaru_kudeta_turki" platform="highweb"/></link>
Sementara itu, sekitar 2.800 tentara Turki, termasuk sejumlah perwira tinggi, telah ditangkap karena dianggap terlibat upaya kudeta, kata Perdana Menteri Turki Binali Yildirim.

Sumber gambar, Getty
Dalam keterangannya kepada pers, Binali Yildrim menyebut korban tewas terkait upaya kudeta yang gagal itu terus bertambah.
Ratusan orang tewas
Sampai berita ini dituliskan, lebih dari 161 orang tewas, sementara yang terluka sekitar 1.440 orang. Mereka sebagian besar adalah warga sipil.
Perdana Menteri Turki, Binali Yildirim, menggambarkan upaya kudeta pada Jumat (15/07) malam itu sebagai noda hitam dalam demokrasi Turki.

Sumber gambar, AP
Dia mengatakan, orang-orang yang mengambil bagian dalam kudeta tersebut sebagai kelompok teroris dan lebih buruk dari organisasi militan Kurdi atau PKK.
Kepada pers, Binali Yildirim juga secara tidak langsung menuduh sosok ulama yang mengasingkan diri ke AS, Fethullah Gulen, sebagai otak di balik upaya kudeta tersebut.
Gullen, berusia 70-an tahun, pernah menjadi teman dekat Erdogan. Belakangan Erdogan menuding Gullen mencoba menggulingkannya.

Sumber gambar, AFP
Ajaran Gulen berkembang menjadi Gerakan Hizmet, aliran Islam yang toleran, dan diyakini memiliki jutaan pengikut di sekitar 150 negara.
Banyak di antara pengikut Gerakan Hizmet berasal dari kalangan kepolisian dan kehakiman yang berpengaruh di Turki.









