ISIS kukuhkan kematian komandan utamanya, Omar Sishani

Sumber gambar, AFP
Sebuah kantor berita yang memiliki kaitan dengan kelompok yang menamakan diri Negara Islam atau ISIS mengukuhkan kematian komandan utama mereka, Omar Sishani.
Amerika Serikat sebelumnya menyatakan Sishani tewas dalam serangan udara terhadap iring-iringan ISIS di Kota Shaddadi, timur laut Suriah, awal Maret tahun ini.
Nama asli Shishani -yang memiliki kewarganegaraan Georgia- adalah Tarkhan Batirashvili. Namun dia juga dikenal sebagai Omar Chechen.
- <link type="page"><caption> Pentagon: Komandan senior ISIS tewas akibat serangan udara</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/03/160314_dunia_isis_shishani_tewas" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Mengapa ISIS melakukan pemboman saat Ramadan?</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/07/160705_dunia_isis_puasa" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Irak dapat pinjaman dari AS untuk perangi ISIS</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/06/160629_dunia_amerika_isis" platform="highweb"/></link>

Jihadis berjambang lebat ini disebut merupakan penasehat militer yang memiliki hubungan erat dengan pemimpin ISIS , Abu Bakr al-Baghdadi.
Pengukuhan atas kematiannya diberitakan oleh situs internet Amaq, yang sering digunakan ISIS untuk menyebarkan berita-berita mereka dan yang juga digunakan saat membantah pernyataan Pentagon tentang kematian Sishani pada Maret lalu.
- <link type="page"><caption> Ulama Arab Saudi kutuk serangan di Madinah</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/07/160705_dunia_medinah_ulama" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Kapolri ungkap jati diri pelaku bom bunuh diri Solo</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2016/07/160705_indonesia_kapolri_bom_solo" platform="highweb"/></link>

Amaq mengatakan Shishani tewas ketika sedang berupaya memukul kekuatan yang ingin merebut kembali Kota Mosul, Irak.
Namun tidak disebutkan kapan tewasnya Sishnani, yang tahun lalu diburu pemerintah Amerika Serikat dengan imbalan US$5 juta atau sekitar Rp 65 miliar.
Sishani dilaporkan memiliki beberapa jabatan militer senior di ISIS, antara lain sebagai 'menteri perang'.









