Pentagon: Komandan senior ISIS tewas akibat serangan udara

Omar Shishani berkewarganegaraan Georgia dan bernama asli Tarkhan Batirashvili.

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Omar Shishani berkewarganegaraan Georgia dan bernama asli Tarkhan Batirashvili.

Seorang komandan senior kelompok milisi ISIS telah tewas akibat cedera yang dideritanya setelah terkena serangan udara Amerika Serikat, kata Departemen Pertahanan AS atau Pentagon.

Juru bicara Pentagon mengatakan pria bernama Omar Shishani itu menyandang sejumlah jabatan militer di tubuh ISIS, termasuk ‘menteri perang’.

Laporan awal menyebut Shishani yang berkewarganegaraan Georgia dan bernama asli <link type="page"><caption> Tarkhan Batirashvili selamat</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/03/160310_dunia_suriah_isis" platform="highweb"/></link>, namun luka-luka ketika sebuah <link type="page"><caption> serangan udara mengenai iring-iringan kendaraan ISIS</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/03/160309_dunia_suriah_isis" platform="highweb"/></link> di dekat Kota Shaddadi, 4 Maret lalu.

Serangan itu dilaporkan menewaskan beberapa pengawal Shaddadi.

Namun, berdasarkan laporan terbaru, juru bicara Pentagon mengonfirmasi kepada BBC bahwa “dia telah tewas”.

Shishani, menurut lembaga pemantau hak asasi manusia di Suriah yang mengutip sejumlah sumber, Shishani cedera parah dan dibawa ke sebuah rumah sakit di Provinsi Raqqa. Di sana dia dirawat “seorang dokter pejihad asal Eropa”.

AS menawarkan US$5 juta atau Rp65,2 miliar bagi siapa saja yang bisa membunuh Shishani.

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, AS menawarkan US$5 juta atau Rp65,2 miliar bagi siapa saja yang bisa membunuh Shishani.

Beberapa pejabat militer AS meyakini Shishani dikirim ke kawasan Shaddadi untuk memperkuat kelompok ISIS menyusul serangkaian kekalahan yang dialami kelompok itu.

Shishani, yang dinyatakan sebagai teroris global sejak September 2014, selama ini diincar militer AS. Bahkan, tahun lalu AS menawarkan US$5 juta atau Rp65,2 miliar bagi siapa saja yang bisa membunuh Shishani.

Warga Georgia ini dilaporkan ikut membantu pejuang Chechnya melawan Rusia sebelum bergabung dengan militer Georgia tahun 2006 dan berperang menghadapi pasukan Rusia.