Dokumen identitas pendukung ISIS diselidiki di Jerman

ISIS

Sumber gambar,

Keterangan gambar, Keaslian dokumen masih diselidiki oleh pihak berwenang Jerman.

Polisi kontraterorisme Jerman menyelidiki sebuah dokumen yang disebut mengungkap identitas sejumlah besar pejuang dari kelompok yang menamakan diri Negara Islam atau ISIS.

Dokumen itu -yang diperoleh media Jerman dan Inggris- merupakan daftar pertanyaan untuk proses rekrutmen yang mengidentifikasi ribuan pendukung ISIS di 50 negara.

Identitas sepertinya mencakup nama, alamat, dan nomor telepon.

Para pejabat Jerman sedang berupaya memastikan apakah dokumen itu asli atau tidak.

  • <link type="page"><caption> Komandan ISIS di Suriah selamat tapi luka berat</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/03/160310_dunia_suriah_isis" platform="highweb"/></link><link type="page"><caption> </caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/03/160309_dunia_isis_senjatakimia" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> AS 'interogasi ahli senjata kimia ISIS di Irak'</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/03/160309_dunia_isis_senjatakimia" platform="highweb"/></link>

Sebuah pernyataan Kementerian Dalam Negeri Jerman mengatakan dokumen 'memberi kesempatan untuk mengidentifikasi warga Jerman yang mengambil bagian dalam kegiatan yang disebut ISIS' dan untuk memahami struktur kelompok militan tersebut.

ISIS

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Dokumen disebutkan berasal dari pejuang ISIS yang merasa kecewa dengan kepempinan kelompok itu.

Menteri Dalam Negeri Inggris, Theresa May, mengatakan tidak bisa memberi komentar menyangkut 'keamanan nasional tertentu' namun mengetahui laporan-laporan tentang dokumen yang dimaksud.

"ISIS membawa ancaman besar... penting bagi kita untuk bekerja sama menghadapi ancaman ini," tambahnya.

Stasiun TV Sky News melaporkan dokumen berisi 22.000 nama, alamat, nomor telepon, dan kontak dari anggota keluarga para jihadis.

Dokumen disebut berasal dari pria bernama Abu Hamed -seorang pejuang ISIS yang kecewa dengan kepemimpinan kelompok militan itu- yang mencuri tongkat memori dari pimpinan keamanan dalam ISIS dan menyerahkannya ketika berada di Turki.

Media Jerman sudah mengungkapkan beberapa nama, antara lain Kerim Marc B dan Abdelkarim B, yang menurut mereka sedang diadili secara terpisah di Jerman.