AS 'interogasi ahli senjata kimia ISIS di Irak'

Sumber gambar,
Ahli senjata kimia dari kelompok yang menyebut dirinya Negara Islam atau ISIS di Irak sudah ditangkap oleh satuan khusus Amerika Serikat dan kini sedang dimintai keterangan.
Pria tersebut dulunya adalah ahli senjata kimia dan biologis untuk Saddam Hussein, pemimpin Irak yang digulingkan oleh invasi AS pada 2003, menurut sumber Irak dan Amerika Serikat pada media di AS.
Pria yang disebut bernama Sleiman Daoud al-Afari tersebut dilaporkan ditangkap bulan lalu.
Dalam pernyataan pada BBC, Pentagon tak mau mengkonfirmasi penangkapan tersebut.
Meski begitu, juru bicaranya membenarkan bahwa kesatuan khusus AS telah memulai operasi di Irak - sebagai bagian dari strategi lebih agresif melawan ISIS.
- <link type="page"><caption> Gas kimia 'digunakan' dalam perang Suriah</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/11/151106_dunia_suriah_kimia" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Serangan udara AS menyasar komandan ISIS di Suriah</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/03/160309_dunia_suriah_isis" platform="highweb"/></link>
Pria tersebut sudah lebih dulu memberitahu interogator soal metode ISIS mengisi gas kimia belerang atau gas mustard dalam cangkang artileri, kata sumber AS pada New York Times.
Bulan lalu, sumber di organisasi pengawas kimia zat kimia global, Organisasi untuk Pelarangan Senjata Kimia, OPCW, mengumumkan bahwa mustard belerang tahun lalu digunakan untuk menyerang kekuatan Kurdi di Irak yang diduga dilakukan ISIS.
Jika benar, maka itu pertama kalinya senjata kimia digunakan di Irak sejak kejatuhan Saddam.
Senjata yang dilarang
Afari diidentifikasi sebagai mantan karyawan di Otoritas Industrialisasi Militer, yang berfungsi dalam pemerintahan Saddam, dan menggunakan gas beracun melawan komunitas Kurdi di Irak pada 1980an.
Sumber yang tak mau disebut namanya di kementerian pertahanan AS mengatakan pada New York Times bahwa Afari ditahan di Irbil, markas kekuatan Kurdi di Irak utara.
Ia kini dimintai keterangan tentang rencana ISIS menggunakan gas mustard, yang dilarang oleh hukum internasional, di Irak dan Suriah, menurut koran tersebut.
Menurut sumber yang dikutip koran tersebut, konsentrasi gas tak cukup kuat untuk membunuh orang, tapi cukup untuk melumpuhkan.
Komite Palang Merah Internasional ICRC mengunjungi tahanan setelah penangkapannya dikabarkan oleh pejabat AS, kata koran New York Times lagi, namun tak ada detil lebih lanjut.
Menurut dua sumber intelijen Irak yang dikutip Associated Press, Afari disebut sebagai kepala unit khusus ISIS yang mengembangkan senjata kimia.









