Menlu AS akan selidiki pelanggaran gencatan senjata di Suriah.

Sumber gambar, EPA

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, John Kerry menegaskan akan menyelidiki sejumlah<link type="page"><caption> pelanggaran gencatan senjata di Suriah.</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/02/160222_dunia_suriah_gencatansenjata" platform="highweb"/></link>

Kerry menyatakan Pemerintah Amerika Serikat dan Rusia, memastikan semua serangan terhadap ISIS dan Fron Al-Nusra yang berafilisiasi dengan al-Qaeda, akan dilancarkan secara tepat sasaran.

Kerry menambahkan, AS dan Rusia sepakat untuk tidak lagi memperdebatkan dugaan pelanggaran serangan ke area sipil.

Konvoi pembawa barang bantuan mulai bisa mendekati daerah yang dikuasai Suriah, setelah gencatan senjata mulai diberlakukan Sabtu (27/2) lalu. Namun, pemerintah Prancis mengkhawatirkan serangan udara Rusia dan Suriah di sejumlah area yang masih dikuasai pemberontak.

Rusia menyatakan, serangan hanya ditujukan pada sejumlah organisasi teroris, termasuk ISIS dan Fron Al-Nusa.

Kerry menambahkan, tim di Jenewa dan Yordania akan memeriksa semua laporan pelanggaran gencatan senjata. Pernyataan Kerry tersebut disampaikan di Washington bersama Menteri Luar Negeri Jerman, Frank-Walter Steinmeier.

"Kami akan melacak semua dugaan pelanggaran, dan akan terus berusaha memperbaiki keadaan, agar kami bisa menjamin semua serangan militer yang dilancarkan tepat sasaran, kepada Al-Nusra dan ISIS," ucap Kerry.

Kerry juga mengatakan, penghentian kekerasan di Suriah menjadi tujuan utama, yang dimediasi oleh Amerika dan Rusia. Kedua negara berharap kondisi di Suriah akan terus membaik dan tidak ada lagi insiden yang bisa menimbulkan terjadinya pertumpahan darah di Suriah.

Menurut Kerry, walaupun kedua pihak telah melanggar gencatan senjata, tidak ada insiden signifikan yang bisa membuat gencatan senjata berakhir. Namun, Kerry mengkritik sikap pemerintah Suriah yang melarang pengiriman bantuan, dan adanya dugaan pencurian <link type="page"><caption> barang bantuan.</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/02/160229_dunia_suriah_pbb" platform="highweb"/></link>