Penembakan Dallas: Pembunuh 'siapkan serangan lebih besar'

Sumber gambar, AFP
Pria bersenjata yang menembak mati lima polisi dan melukai tujuh orang lainnya berencana melakukan serangan lebih besar, demikian temuan kepolisian Dallas, AS.
Micah Johnson, pelaku penembakan yang berusia 25 tahun, dilaporkan ingin membunuh warga kulit putih, khususnya polisi kulit putih, karena marah atas aksi penembakan terhadap warga kulit hitam oleh polisi.
Kepala kepolisian Dallas, AS, David Brown mengatakan dia "meyakini" Johnson memiliki rencana yang lebih besar.
Dalam wawancara dengan CNN, Brown mengatakan bahwa Johnson - seorang veteran tentara - tampaknya telah berlatih meledakkan bahan peledak.
- <paragraph> <link type="page"><caption> Obama bantah AS 'terpecah secara rasial', demo terus berlanjut</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/07/160710_dunia_as_demo_berlanjut" platform="highweb"/></link></paragraph>
- <paragraph> <link type="page"><caption> Polisi AS temukan bahan pembuat bom di rumah tersangka penembakan Dallas</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/07/160708_dunia_as_dallas_tersangka_rumah" platform="highweb"/></link></paragraph>
- <link type="page"><caption> Tersangka penembak polisi di Dallas tewas bunuh diri</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/07/160708_dunia_as_dallas_tersangka" platform="highweb"/></link>

Sumber gambar, AP
Brown juga mengatakan pihaknya tengah berusaha menemukan arti huruf "RB" yang ditulis oleh tersangka dengan menggunakan darahnya sendiri, di dekat tempatnya melakukan bunuh diri.
Menurutnya, polisi juga tengah membaca sebuah jurnal yang ditemukan di kediaman Johnson yang isinya sejauh ini "sulit untuk diuraikan".
Brown juga mengungkapkan bahwa selama negosiasi selama dua jam pada Kamis lalu, pelaku mengejek lembaga kepolisian.
"Dia berbohong kepada kami, dengan mempermainkan kami, menertawakan kami, bernyanyi, bertanya berapa banyak (polisi) yang dia bunuh, dan dia ingin menewaskan lagi anggota kepolisian lainnya, serta dia mengaku memiliki bom."

Kematian Philando Castile di St Paul, Minnesota, dan Alton Sterling di Baton Rouge, Louisiana, pekan lalu menyebabkan protes lebih di seluruh kota di AS, Sabtu.
Penangkapan pelaku unjuk rasa
Sementara itu, aparat kepolisian telah menangkap ratusan orang dalam unjuk rasa di berbagai kota di AS terkait insiden penembakan lima polisi.
Walaupun demonstrasi secara umum berlangsung damai, ada sebagian unjuk rasa diwarnai pelemparan kembang api, botol dan batu ke arah petugas kepolisian, seperti yang terjadi di St Paul, Minnesota, AS.
Sekitar 100 orang telah ditangkap di wilayah itu, sementara 21 orang petugas kepolisian terluka dalam bentrokan.

Sumber gambar, Getty
Di antara 100 orang yang ditahan ada sosok Deray McKesson, pimpinan sekaligus juru bicara gerakan Black Lives Matter serta tiga wartawan.
McKesson kemudian dibebaskan dengan jaminan pada hari Minggu.
Unjuk rasa terus berlangsung, walaupun Presiden Barack Obama telah menyerukan agar semua pihak untuk menahan diri.
Pada kunjungannya ke Spanyol pada Minggu, Obama menuntut agar aksi kekerasan anti-polisi untuk segera diakhiri.










